World Power PlantsWorld Power Plants
Korea Selatan

Pembangkit Listrik di Korea Selatan

265 total pembangkit · 255.7 GW · Asia

Total Pembangkit
265
Total Kapasitas
255.7 GW
Energi Terbarukan
6.3%

15.9 GW dari sumber terbarukan

Distribusi Bahan Bakar
Coal
7.2%(19)
Nuclear
5.7%(15)
Gas
5.7%(15)
Oil
0.4%(1)

Sumber Energi berdasarkan Kapasitas

Coal
83.3 GW38
Gas
76.0 GW70
Nuclear
73.6 GW16
Hydro
15.9 GW74
Oil
5.1 GW5

Sektor Energi dan Pembangkitan Listrik di Korea Selatan

Korea Selatan, dengan kode KOR, adalah salah satu negara yang memiliki sektor energi yang maju dan beragam. Negara ini memiliki kebutuhan energi yang tinggi seiring dengan pertumbuhan ekonominya yang pesat dan industrialisasi yang masif. Untuk memenuhi kebutuhan ini, Korea Selatan telah mengembangkan berbagai sumber energi, termasuk energi nuklir, batubara, gas alam, dan energi terbarukan.

Salah satu sumber utama pembangkit listrik di Korea Selatan adalah energi nuklir. Negara ini memiliki 24 reaktor nuklir yang menghasilkan sekitar 30% dari total konsumsi listriknya. Energi nuklir dipilih sebagai sumber utama karena kemampuannya untuk memproduksi listrik dalam jumlah besar dengan emisi karbon yang relatif rendah. Meskipun demikian, insiden seperti bencana Fukushima di Jepang pada tahun 2011 telah memicu perdebatan mengenai keselamatan dan keberlanjutan penggunaan energi nuklir di Korea Selatan.

Selain energi nuklir, batubara juga merupakan sumber penting dalam pembangkit listrik di Korea Selatan. Sekitar 40% dari total pembangkit listrik dihasilkan dari pembangkit berbasis batubara. Meskipun batubara memiliki biaya yang lebih murah dibandingkan dengan energi terbarukan, pemanfaatannya menimbulkan tantangan lingkungan yang signifikan, termasuk emisi karbon yang tinggi dan dampak polusi udara.

Gas alam menjadi alternatif yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, dengan kontribusi sekitar 20% dalam total pembangkit listrik. Korea Selatan mengimpor sebagian besar gas alamnya dalam bentuk LNG (Liquid Natural Gas) dan telah membangun infrastruktur yang kuat untuk mendukung penggunaan gas alam. Penggunaan gas alam dianggap lebih bersih dibandingkan batubara, sehingga menjadi pilihan untuk mengurangi emisi dan meningkatkan kualitas udara.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Korea Selatan juga telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan proporsi energi terbarukan dalam bauran energinya. Target ambisius telah ditetapkan untuk mencapai 20% dari total konsumsi listrik yang berasal dari sumber terbarukan pada tahun 2030. Ini mencakup investasi yang signifikan dalam energi surya dan angin, dengan proyek besar yang sedang berlangsung di seluruh negara. Korea Selatan juga berkomitmen untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan beralih ke sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Sektor energi di Korea Selatan diatur oleh Kementerian Energi, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup, yang bertanggung jawab untuk perencanaan dan pengembangan kebijakan energi nasional. Selain itu, perusahaan-perusahaan besar seperti Korea Electric Power Corporation (KEPCO) memainkan peran kunci dalam pembangkitan dan distribusi listrik di seluruh negeri.

Secara keseluruhan, sektor energi dan pembangkitan listrik di Korea Selatan sedang berada dalam fase transisi, berupaya untuk mencapai keseimbangan antara kebutuhan energi, keberlanjutan, dan perlindungan lingkungan. Dengan terus berinvestasi dalam teknologi baru dan memperkuat infrastruktur energi, Korea Selatan berupaya untuk menjadi pemimpin dalam sektor energi terbarukan di kawasan Asia dan di seluruh dunia.

Pembangkit Listrik

Nama PembangkitJenisKapasitasTahun
Gori Nuclear Power PlantNuclear7,489 MW1978
Kori Nuclear Power PlantNuclear7,489 MW1978
Taean Thermal Power PlantGas6,446.33 MW2010
Dangjin Thermal Power StationCoal6,040 MW2010
Dangjin Power StationCoal6,040 MW2010
Hanbit Nuclear Power PlantNuclear5,913 MW2016
Hanbit Nuclear Power PlantNuclear5,913 MW2016
Hanbit Nuclear Power PlantNuclear5,900 MW2015
Hanul Nuclear Power PlantNuclear5,900 MW2015
Hanul Nuclear Power PlantNuclear5,881 MW2012
Hanul Nuclear Power PlantNuclear5,881 MW2012
Boryeong Power PlantCoal5,350 MW1999
Boryeong Thermal Power StationCoal5,350 MW1999
YeongheungCoal5,080 MW2010
Yeongheung Thermal Power StationCoal5,080 MW2015
Stasiun Pembangkit YonghungdoCoal5,080 MW2015
Wolsong Nuclear Power PlantNuclear4,566 MW1986
Shin Wolsong Nuclear Power PlantNuclear4,566 MW1986
TaeanCoal4,000 MW2008
HadongCoal4,000 MW1999
Hadong Thermal Power StationCoal4,000 MW2011
DangjinCoal4,000 MW2009
Pembangkit Listrik HadongCoal4,000 MW2011
Boryeong (poryang)Coal4,000 MW2003
Shin-KoriNuclear3,340 MW2016
Ulsan Thermal Power StationGas3,271.9 MW2011
Samcheonpo Power PlantGas3,240 MW2005
SamcheonpoCoal3,240 MW1999
KoriNuclear3,137 MW1978
IncheonGas3,052 MW2015
UlsanOil3,000 MW1999
Saeul Nuclear PlantNuclear2,834 MW2016
WolsongNuclear2,799 MW1983
Pyeongtaek Thermal Power StationGas2,268.5 MW2018
Pembangkit Listrik PyeongtaekGas2,268.5 MW2018
Anin Power PlantCoal2,080 MW2011
Samcheok Green power stationCoal2,044 MW2016
Samcheok Power PlantCoal2,000 MW2019
Shin-WolsongNuclear2,000 MW2012
Shin Boryeong power stationCoal2,000 MW2017
Shin Boryeong Power PlantCoal2,000 MW2014
KOMIPO IncheonGas1,960 MW2000
Dongducheon Power PlantGas1,900 MW2000
SeoincheonGas1,800 MW1992
ShinincheonGas1,800 MW2012
Paju Natural Gas Power StationGas1,800 MW2017
Busan (pusan)Gas1,800 MW2000
Seo Incheon Combined Thermal Power StationGas1,800 MW2015
Boryeong (CC)Gas1,800 MW2004
Pabrik Listrik Kombinasi SeoincheonGas1,800 MW2011

Menampilkan 50 dari 265 pembangkit