Pembangkit Listrik Incheon menonjol sebagai salah satu fasilitas pembangkit energi berbahan bakar gas utama di Korea Selatan, dengan kapasitas sebesar 3052 MW. Dioperasikan oleh Korea Midland Power (KOMIPO), fasilitas ini diresmikan pada tahun 2015 dan sejak saat itu menjadi bagian integral dari pasokan listrik di wilayah tersebut. Terletak pada koordinat 37.5111, 126.6078, di Incheon, pembangkit listrik ini ditempatkan secara strategis untuk memenuhi permintaan energi dari kawasan metropolitan yang berkembang pesat dan daerah sekitarnya. Teknologi yang digunakan di Incheon melibatkan sistem turbin gas siklus gabungan yang canggih, yang meningkatkan efisiensi keseluruhan dan mengurangi emisi dibandingkan dengan pembangkit listrik berbahan bakar fosil tradisional. Kebijakan energi Korea Selatan semakin fokus pada pengurangan ketergantungan pada batu bara dan tenaga nuklir, bertujuan untuk menciptakan campuran energi yang lebih beragam yang mencakup gas alam yang lebih bersih. Dalam konteks ini, Pembangkit Listrik Incheon memainkan peran penting dalam menstabilkan jaringan lokal sambil mendukung komitmen negara terhadap praktik energi berkelanjutan. Seiring negara ini terus menavigasi transisi energinya, fasilitas seperti Incheon sangat penting untuk memberikan keandalan dan fleksibilitas yang diperlukan dalam pembangkitan energi, memastikan bahwa kebutuhan konsumen dan industri terpenuhi dengan efisien.
3.05 GW
11 tahun
Korea Selatan, Asia
Lokasi
Estimates based on Gas emission factor (490 g CO₂/kWh) and capacity factor (45%). Actual emissions may vary based on operating conditions, efficiency, and fuel quality.
Detail Teknis
- Jenis Bahan Bakar Utama
- Gas
- Sumber Energi
- Tidak Terbarukan
- Negara
Korea Selatan- Benua
- Asia
- Sumber Data
- Basis Data Pembangkit Listrik Global
Korea Selatan — Profil Energi
Pembangkit Listrik Terdekat
Gas sebagai Sumber Energi dalam Pembangkitan Listrik dan Sektor Energi
Gas alam merupakan salah satu sumber energi yang semakin penting dalam pembangkitan listrik dan sektor energi secara keseluruhan. Dalam beberapa dekade terakhir, penggunaan gas alam sebagai bahan bakar telah meningkat secara signifikan, terutama karena sifatnya yang lebih bersih dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya seperti batu bara dan minyak bumi. Gas alam terdiri terutama dari metana, yang ketika dibakar menghasilkan emisi karbon dioksida yang lebih rendah, sehingga menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan dalam transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.
Melihat Data yang Salah atau Tidak Lengkap?
Bantu kami meningkatkan database dengan melaporkan koreksi atau pembaruan. Kontribusi Anda membantu menjaga data pembangkit listrik global kami tetap akurat dan terkini.