World Power PlantsWorld Power Plants
Jerman

Pembangkit Listrik di Jerman

1,483 total pembangkit · 151.8 GW · Europe

Total Pembangkit
1,483
Total Kapasitas
151.8 GW
Energi Terbarukan
14.4%

19.8 GW dari sumber terbarukan

Distribusi Bahan Bakar
Coal
1.5%(22)
Nuclear
1.1%(16)
Hydro
0.4%(6)
Gas
0.3%(5)
Wind
0.1%(1)

Sumber Energi berdasarkan Kapasitas

Coal
60.5 GW111
Gas
30.3 GW199
Nuclear
26.4 GW27
Hydro
12.5 GW131
Wind
7.3 GW54

Sektor Energi dan Pembangkitan Tenaga di Jerman (DEU)

Jerman, dengan kode negara DEU, memiliki salah satu sektor energi paling maju dan kompleks di dunia. Negara ini berada di garis terdepan dalam transisi energi, yang dikenal sebagai 'Energiewende', yang bertujuan untuk mengubah sistem energi dengan fokus pada pengurangan emisi karbon, peningkatan efisiensi energi, dan penggunaan sumber energi terbarukan. Jerman adalah pemimpin global dalam pengembangan energi terbarukan, termasuk tenaga angin, tenaga surya, dan biomassa, serta berkomitmen untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Pada tahun 2020, sekitar 42% dari total konsumsi listrik Jerman berasal dari sumber energi terbarukan. Tenaga angin dan tenaga surya merupakan kontributor utama dalam sektor ini. Jerman memiliki banyak ladang angin, baik di darat maupun di laut, yang menghasilkan listrik dalam jumlah besar. Selain itu, pemerintah Jerman telah memberikan insentif yang kuat untuk pengembangan energi surya, yang menjadikannya salah satu negara dengan kapasitas panel surya terpasang terbesar di dunia.

Sektor pembangkitan tenaga di Jerman juga masih melibatkan penggunaan energi nuklir dan bahan bakar fosil, meskipun ada rencana untuk secara bertahap mengurangi penggunaan kedua sumber tersebut. Pada tahun 2022, Jerman menutup beberapa pembangkit listrik tenaga nuklir sebagai bagian dari kebijakan untuk mengurangi risiko terkait keselamatan dan limbah nuklir. Di sisi lain, gas alam dan batu bara masih digunakan, tetapi pemerintah berkomitmen untuk mengurangi emisi dari sektor ini dengan menerapkan teknologi karbon capture dan storage (CCS).

Jerman juga terlibat dalam program interkoneksi energi dengan negara-negara Eropa lainnya, yang memungkinkan pertukaran energi yang lebih efisien dan stabilitas jaringan listrik. Dengan adanya jaringan listrik yang terintegrasi, Jerman dapat mengekspor kelebihan energi terbarukan ke negara tetangga, membantu meningkatkan penggunaan energi bersih di seluruh Eropa.

Dalam upaya untuk mengurangi emisi karbon, Jerman menerapkan berbagai kebijakan seperti skema perdagangan emisi, insentif untuk kendaraan listrik, dan program efisiensi energi. Pemerintah juga mendorong inovasi dalam teknologi energi, termasuk pengembangan baterai untuk penyimpanan energi, yang sangat penting untuk mengatasi fluktuasi dalam produksi energi terbarukan.

Namun, meskipun Jerman telah membuat kemajuan signifikan dalam transisi energi, tantangan tetap ada. Ketersediaan energi yang stabil dan harga energi yang terjangkau menjadi perhatian, terutama saat permintaan meningkat. Perubahan iklim dan ketergantungan pada kondisi cuaca dapat mempengaruhi produksi energi terbarukan, sehingga memerlukan strategi yang lebih kreatif untuk memastikan pasokan energi yang berkelanjutan.

Secara keseluruhan, sektor energi Jerman adalah contoh dari transisi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Melalui kebijakan yang progresif dan investasi dalam teknologi baru, Jerman berusaha untuk menjadi model bagi negara lain dalam upaya mengatasi tantangan energi dan perubahan iklim di era modern.

Pembangkit Listrik

Nama PembangkitJenisKapasitasTahun
Niederaussem power stationCoal3,430 MW1979
Kraftwerk NiederaußemCoal3,133 MW1972
Kraftwerk JänschwaldeCoal3,000 MW1997
Stasiun Listrik JanschwaldeCoal2,790 MW1985
Boxberg power stationCoal2,585 MW1989
Kernkraft GundremmingenNuclear2,572 MW1984
Biblis Nuclear Power PlantNuclear2,525 MW1975
Kraftwerk WeisweilerCoal2,361 MW1972
BoA 2Coal2,100 MW2012
Neurath power stationCoal2,068 MW1974
GersteinwerkGas2,004.5 MW2005
Ammerfeld wind turbineWind2,000 MW2000
GKM (Mannheim) power stationCoal1,958 MW1980
EmslandGas1,837 MW1988
Irsching Power StationGas1,822 MW1966
stasiun pembangkit WeisweilerCoal1,800 MW1968
Hamburg-MoorburgCoal1,600 MW2015
Pembangkit Listrik Schwarze PumpeCoal1,500 MW1998
Isar Nuclear Power PlantNuclear1,485 MW1972
ISAR-2Nuclear1,485 MW1988
Brokdorf Nuclear Power PlantNuclear1,480 MW1986
BROKDORFNuclear1,480 MW1986
PHILIPPSBURG-2Nuclear1,468 MW1984
Grohnde Nuclear Power PlantNuclear1,430 MW1984
Unterweser Nuclear Power PlantNuclear1,410 MW1972
Philippsburg Nuclear Power PlantNuclear1,402 MW1979
Krümmel Nuclear Power PlantNuclear1,402 MW1974
NECKARWESTHEIM-2Nuclear1,400 MW1989
Neckarwestheim Nuclear Power PlantNuclear1,400 MW1972
Gemeinschaftskraftwerk IrschingGas1,391 MW2010
KW VoerdeCoal1,390 MW1972
GrohndeNuclear1,360 MW1985
Grafenrheinfeld Nuclear Power PlantNuclear1,345 MW1982
Gundremmingen Nuclear Power PlantNuclear1,344 MW1984
Knapsack Natural Gas IGas1,230 MW1998
Stasiun Listrik AltbachCoal1,200 MW1992
KW WalsumCoal1,200 MW2015
Stasiun Listrik StaudingerCoal1,132 MW1992
PSW ViandenHydro1,096 MW1979
Goldisthal Pumped Storage StationHydro1,060 MW1997
GoldisthalHydro1,052 MW2003
WestfalenCoal1,049 MW2014
Markersbach Pumped Storage Power PlantHydro1,045.5 MW1979
MarkersbachHydro1,045.2 MW1980
WehrHydro910 MW1975
Stasiun pembangkit SchkopauCoal900 MW1996
Lippendorf power stationCoal875 MW2000
Braunkohlekraftwerk LippendorfCoal875 MW1999
Heyden power stationCoal875 MW1987
Kraftwerk HeydenCoal875 MW1951

Menampilkan 50 dari 1,483 pembangkit