World Power PlantsWorld Power Plants

SLTEC Putting Bato270 MW Coal

Coal

SLTEC Putting Bato adalah pembangkit listrik tenaga batu bara yang terletak di Filipina. Pembangkit ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 270 MW yang dihasilkan dari energi batu bara. Pembangkit ini mulai beroperasi pada tahun 2016. Pembangkit ini dioperasikan oleh South Luzon Thermal Energy Corporation.

Kapasitas
270 MW
Tahun Beroperasi
2016

10 tahun

Pemilik
South Luzon Thermal Energy Corporation
Lokasi
13.9328°, 120.7909°

Filipina, Asia

Lokasi

Koordinat:: 13.932800, 120.790900
Buka di Google Maps
Carbon Footprint820 g CO₂/kWh
Annual CO₂
1.07 Mt
1301 GWh/year × 820 g/kWh
Cumulative CO₂
10.67 Mt
Over 10 years of operation
Est. Retirement
2056
30 years remaining
Annual emissions equivalent to
231.9K
cars per year
142.2K
homes per year
48.5M
trees to offset

Estimates based on Coal emission factor (820 g CO₂/kWh) and capacity factor (55%). Actual emissions may vary based on operating conditions, efficiency, and fuel quality.

Detail Teknis

Jenis Bahan Bakar Utama
Coal
Sumber Energi
Tidak Terbarukan
Negara
Filipina
Benua
Asia
Sumber Data
Basis Data Pembangkit Listrik Global

FilipinaProfil Energi

223
Total Pembangkit
35.8 GW
Total Kapasitas
CoalGasHydroOil
Bahan Bakar Teratas

Batubara sebagai Sumber Energi dalam Sektor Pembangkitan Energi

Batubara merupakan salah satu sumber energi yang paling banyak digunakan di dunia, terutama dalam sektor pembangkitan energi. Sebagai bahan bakar fosil, batubara telah menjadi andalan dalam menghasilkan listrik, terutama di negara-negara dengan cadangan batubara yang melimpah seperti Amerika Serikat, China, dan Indonesia. Proses pembangkitan energi dari batubara melibatkan pembakaran batubara untuk menghasilkan uap, yang kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik.

Melihat Data yang Salah atau Tidak Lengkap?

Bantu kami meningkatkan database dengan melaporkan koreksi atau pembaruan. Kontribusi Anda membantu menjaga data pembangkit listrik global kami tetap akurat dan terkini.