World Power PlantsWorld Power Plants
Filipina

Pembangkit Listrik di Filipina

223 total pembangkit · 35.8 GW · Asia

Total Pembangkit
223
Total Kapasitas
35.8 GW
Energi Terbarukan
23.7%

8.0 GW dari sumber terbarukan

Distribusi Bahan Bakar
Coal
9.9%(22)
Hydro
4.5%(10)
Gas
4.0%(9)
Geothermal
2.2%(5)
Oil
1.8%(4)

Sumber Energi berdasarkan Kapasitas

Coal
13.3 GW34
Gas
9.3 GW11
Hydro
5.5 GW27
Oil
3.2 GW32
Geothermal
2.5 GW18

Sektor Energi dan Pembangkitan Listrik di Filipina

Filipina, dengan kode negara PHL, merupakan negara kepulauan yang terletak di Asia Tenggara dan memiliki potensi sumber daya energi yang beragam. Sektor energi di Filipina memainkan peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan memenuhi kebutuhan energi masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Filipina telah berupaya untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik dan diversifikasi sumber energi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Filipina memiliki kombinasi sumber pembangkit listrik yang mencakup energi terbarukan, energi fosil, dan nuklir. Sumber energi terbarukan seperti tenaga air, angin, matahari, dan geothermal telah menjadi fokus utama dalam kebijakan energi nasional. Tenaga geothermal, khususnya, merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang paling signifikan, menjadikan Filipina sebagai salah satu negara dengan kapasitas pembangkit listrik geothermal terbesar di dunia. Selain itu, proyek pembangkit listrik tenaga air juga telah dikembangkan di berbagai daerah, memanfaatkan potensi sungai dan danau yang ada.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Filipina telah meluncurkan program untuk mendorong investasi di sektor energi terbarukan, dengan tujuan untuk mencapai target 20% kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional pada tahun 2020. Proyek seperti pembangkit listrik tenaga angin di Ilocos Norte dan proyek solar di berbagai lokasi juga menunjukkan komitmen Filipina untuk beralih ke sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Namun, sektor energi di Filipina masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama adalah ketergantungan pada bahan bakar fosil, terutama batu bara, yang masih mendominasi bauran energi nasional. Meskipun ada kemajuan dalam pengembangan energi terbarukan, batu bara masih menjadi sumber utama untuk pembangkit listrik, yang menimbulkan kekhawatiran akan dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Selain itu, infrastruktur energi di Filipina juga perlu diperbaiki. Banyak daerah, terutama yang terpencil, masih mengalami kesulitan dalam akses terhadap listrik. Pemerintah telah berusaha untuk meningkatkan jaringan distribusi listrik, tetapi masih banyak tantangan yang harus diatasi, termasuk masalah finansial dan birokrasi.

Dari segi kebijakan, Kementerian Energi Filipina telah mengeluarkan berbagai regulasi untuk mendukung pengembangan sektor energi. Salah satu kebijakan yang signifikan adalah Renewable Energy Act yang disahkan pada tahun 2008, yang bertujuan untuk mempercepat pengembangan dan penggunaan energi terbarukan. Melalui kebijakan ini, pemerintah memberikan insentif bagi investor dan pengembang proyek energi terbarukan.

Di samping itu, Filipina juga memiliki potensi untuk mengembangkan tenaga nuklir sebagai bagian dari bauran energinya. Meskipun terdapat kontroversi dan kekhawatiran terkait keselamatan, beberapa pihak mendorong pemanfaatan tenaga nuklir sebagai alternatif untuk memenuhi permintaan energi yang terus meningkat.

Secara keseluruhan, sektor energi dan pembangkitan listrik di Filipina berada dalam fase transisi, dengan upaya untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan dan memperbaiki infrastruktur. Meskipun tantangan masih ada, langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dan sektor swasta menunjukkan komitmen untuk menuju masa depan energi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Pembangkit Listrik

Nama PembangkitJenisKapasitasTahun
San Lorenzo - Santa Rita Power PlantGas1,914 MW2002
ILIJANGas1,271 MW2002
Ilijan Power PlantGas1,251 MW2002
Sual power stationCoal1,218 MW1999
Sual Power PlantCoal1,218 MW2002
Pembangkit Listrik Kombinasi IlijanGas1,200 MW2002
Pagbilao Power PlantCoal1,184 MW1993
Stasiun Listrik PagbilaoCoal1,155 MW1993
STA RITAGas1,060 MW1998
Stasiun pembangkit CalacaCoal900 MW2007
Pembangkit Listrik Termal SucatGas850 MW1979
KALAYAAN PSPPHydro739.2 MW1994
Kalayaan Hydroelectric Power PlantHydro684.6 MW2000
Masinloc power stationCoal660 MW1998
Mariveles Coal-Fired Power PlantCoal650 MW2015
MALAYAOil650 MW1998
Bataan Nuclear Power PlantOil648 MW2000
LIMAY CCGTOil620 MW2015
Pembangkit Listrik Limay CCGTGas620 MW1993
UNIFIED LEYTEGeothermal610.2 MW2008
Pembangkit Listrik MarivelesCoal600 MW2013
SAN LORENZOGas530 MW2015
San GabrielGas450 MW2016
MAKBANGeothermal442.8 MW2000
stasiun pembangkit listrik QuezonCoal440 MW2000
Pembangkit Listrik Tenaga Air San RoqueHydro435 MW2003
SAN ROQUEHydro411 MW1998
Stasiun Listrik Misamis OrientalCoal405 MW2016
Pembangkit Listrik Tenaga Air MagatHydro360 MW1983
MAGATHydro360 MW1998
PEDC CoalCoal314 MW1998
Kompleks Pembangkit NagaCoal311 MW2001
AGUS 5Hydro309 MW1998
SCPC U1Coal300 MW2017
Davao San Miguel power stationCoal300 MW2017
Davao Therma South power stationCoal300 MW2016
SLPGCCoal300 MW2016
Limay power stationCoal300 MW2018
Therma South Coal Power PlantCoal300 MW2016
SMGP Malita Power PlantCoal300 MW2018
Pembangkit Listrik Calaca SLTECCoal280 MW2010
SLTEC Putting BatoCoal270 MW2016
Pembangkit Listrik Tenaga Air Pulangi IVHydro255 MW1986
PULANGI 4Hydro255 MW1999
ANGATHydro246 MW1961
BAUANG DPPOil235.2 MW1999
TIWIGeothermal234 MW1979
Tiwi Geothermal Power PlantGeothermal234 MW1979
Malitbog Geothermal Power PlantGeothermal232.5 MW2009
Mindanao STEAG Power PlantCoal232 MW2011

Menampilkan 50 dari 223 pembangkit