World Power PlantsWorld Power Plants

PLTU Banten 1 - Suralaya unit 8625 MW Batu Bara

Coal

PLTU Banten 1 - Suralaya unit 8 adalah aset infrastruktur utama dalam jaringan pembangkit listrik Indonesia, yang terletak di benua Asia. Ditunjuk sebagai stasiun pembangkit listrik berbahan bakar fosil, fasilitas ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 625 MW. Operasi utamanya bergantung pada pemanfaatan sumber energi coal untuk menghasilkan listrik dalam jumlah besar. Manajemen operasional dan kepemilikan fasilitas ditangani oleh PLN -.PT Indonesia Power - 2010, yang mengawasi pemeliharaan harian dan integrasi pengiriman jaringan. Fasilitas ini secara resmi terhubung ke jaringan listrik komersial pada 2010, dan sejak itu fasilitas tersebut mempertahankan keluaran regulernya, dan memainkan peran terstruktur dalam keamanan pasokan listrik dalam negeri. Dalam hal kapasitas produksi dalam negeri di Indonesia, PLTU Banten 1 - Suralaya unit 8 menempati posisi #25 di antara semua pembangkit listrik coal yang beroperasi. Kapasitas sebesar 625 MW mewakili 1,31% dari total kapasitas pembangkitan Indonesia terpasang di coal, yang saat ini berjumlah 47.804 MW. Instalasi coal operasional terbesar di Indonesia adalah PLTU Paiton I Unit 7 & 8 dengan output sebesar 5.355 MW, sehingga membuat PLTU Banten 1 - Suralaya unit 8 kira-kira 8,6 kali lebih kecil jika dibandingkan. Di seluruh jenis bahan bakar dan teknologi pembangkit listrik di seluruh negeri, fasilitas ini menyumbang 0,5776% dari total kapasitas pembangkitan Indonesia sebesar 108.203 MW. Berdasarkan karakteristik faktor kapasitas historis pembangkit listrik coal (dimodelkan pada 55% untuk analisis), perkiraan pembangkitan listrik tahunan fasilitas tersebut dihitung sekitar 3.011.250 MWh. Dengan menerapkan statistik konsumsi domestik, yaitu rata-rata rumah tangga di Indonesia mengonsumsi listrik sebesar 3 MWh setiap tahunnya, maka tingkat produksi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan energi di sekitar rumah dengan daya sebesar 1.003.750. Dengan memanfaatkan proses pembangkit listrik tenaga panas tradisional, stasiun ini menyalurkan energi yang dapat dikirim ke jaringan listrik, mendukung ketahanan jaringan listrik selama periode ketersediaan sumber daya terbarukan rendah dan memenuhi permintaan beban dasar industri. Lokasi fisik stasiun terletak pada koordinat geografis -6,0585° lintang dan 106,4646° bujur. Analisis infrastruktur jaringan lokal menunjukkan kepadatan aset lain dalam radius 50 kilometer. Fasilitas terdekat ini mencakup Suralaya Power Station (gas, 4.025 MW), PLTU Suralaya (coal, 3.400 MW), Muara Karang Power Plant (gas, 1.908 MW), yang mewakili sekelompok aset listrik yang dilokalkan. Penempatan geografis ini penting untuk memperkuat infrastruktur distribusi regional dan meminimalkan hilangnya saluran transmisi di sektor Indonesia ini.

Kapasitas
625 MW
Tahun Beroperasi
2010

16 tahun

Pemilik
PLN -.PT Indonesia Power - 2010
Lokasi
-6.0585°, 106.4646°

Indonesia, Asia

Lokasi

Koordinat:: -6.058500, 106.464600
Buka di Google Maps
Carbon Footprint820 g CO₂/kWh
Annual CO₂
2.47 Mt
3011 GWh/year × 820 g/kWh
Cumulative CO₂
39.51 Mt
Over 16 years of operation
Est. Retirement
2050
24 years remaining
Annual emissions equivalent to
536.8K
cars per year
329.2K
homes per year
112.2M
trees to offset

Estimates based on Coal emission factor (820 g CO₂/kWh) and capacity factor (55%). Actual emissions may vary based on operating conditions, efficiency, and fuel quality.

Detail Teknis

Jenis Bahan Bakar Utama
Coal
Sumber Energi
Tidak Terbarukan
Negara
Indonesia
Benua
Asia
Sumber Data
Basis Data Pembangkit Listrik Global

IndonesiaProfil Energi

297
Total Pembangkit
108.2 GW
Total Kapasitas
GasCoalHydroGeothermal
Bahan Bakar Teratas

Batubara sebagai Sumber Energi dalam Sektor Pembangkitan Energi

Batubara merupakan salah satu sumber energi yang paling banyak digunakan di dunia, terutama dalam sektor pembangkitan energi. Sebagai bahan bakar fosil, batubara telah menjadi andalan dalam menghasilkan listrik, terutama di negara-negara dengan cadangan batubara yang melimpah seperti Amerika Serikat, China, dan Indonesia. Proses pembangkitan energi dari batubara melibatkan pembakaran batubara untuk menghasilkan uap, yang kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik.

Melihat Data yang Salah atau Tidak Lengkap?

Bantu kami meningkatkan database dengan melaporkan koreksi atau pembaruan. Kontribusi Anda membantu menjaga data pembangkit listrik global kami tetap akurat dan terkini.