Suralaya Power Station, yang terletak di Indonesia pada koordinat -5.8924, 106.0303, adalah fasilitas pembangkit listrik berbasis gas yang signifikan dengan kapasitas 4025 MW. Dioperasikan oleh Indonesia Power, pembangkit listrik ini memainkan peran penting dalam campuran energi nasional, terutama dalam mendukung permintaan listrik yang terus meningkat dari salah satu negara terpadat di Asia Tenggara. Menggunakan teknologi turbin gas siklus gabungan, Suralaya Power Station dirancang untuk efisiensi tinggi dan emisi yang lebih rendah dibandingkan dengan pembangkit listrik berbasis batubara tradisional, sejalan dengan tujuan kebijakan energi Indonesia yang berfokus pada pengurangan emisi gas rumah kaca sambil memastikan aksesibilitas energi. Saat Indonesia terus mengembangkan infrastrukturnya dan memperluas ekonominya, Suralaya Power Station menyediakan sumber energi yang andal dan fleksibel yang dapat beradaptasi dengan pola permintaan yang bervariasi. Posisi strategisnya dalam jaringan lokal meningkatkan stabilitas keseluruhan pasokan listrik di wilayah tersebut, menjadikannya sangat penting untuk kebutuhan energi industri dan rumah tangga. Kontribusi pembangkit ini terhadap lanskap energi tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia tetapi juga mencerminkan komitmen negara untuk bertransisi menuju solusi energi yang lebih bersih.
4.03 GW
27 tahun
Indonesia, Asia
Lokasi
Estimates based on Gas emission factor (490 g CO₂/kWh) and capacity factor (45%). Actual emissions may vary based on operating conditions, efficiency, and fuel quality.
Detail Teknis
- Jenis Bahan Bakar Utama
- Gas
- Sumber Energi
- Tidak Terbarukan
- Negara
Indonesia- Benua
- Asia
- Sumber Data
- Basis Data Pembangkit Listrik Global
Indonesia — Profil Energi
Pembangkit Listrik Terdekat
Gas sebagai Sumber Energi dalam Pembangkitan Listrik dan Sektor Energi
Gas alam merupakan salah satu sumber energi yang semakin penting dalam pembangkitan listrik dan sektor energi secara keseluruhan. Dalam beberapa dekade terakhir, penggunaan gas alam sebagai bahan bakar telah meningkat secara signifikan, terutama karena sifatnya yang lebih bersih dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya seperti batu bara dan minyak bumi. Gas alam terdiri terutama dari metana, yang ketika dibakar menghasilkan emisi karbon dioksida yang lebih rendah, sehingga menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan dalam transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.
Melihat Data yang Salah atau Tidak Lengkap?
Bantu kami meningkatkan database dengan melaporkan koreksi atau pembaruan. Kontribusi Anda membantu menjaga data pembangkit listrik global kami tetap akurat dan terkini.