World Power PlantsWorld Power Plants
Afrika Selatan

Pembangkit Listrik di Afrika Selatan

232 total pembangkit · 71.9 GW · Africa

Total Pembangkit
232
Total Kapasitas
71.9 GW
Energi Terbarukan
23.4%

15.3 GW dari sumber terbarukan

Distribusi Bahan Bakar
Coal
8.2%(19)
Hydro
5.6%(13)
Gas
3.9%(9)
Wind
1.7%(4)
Oil
1.3%(3)
Nuclear
0.9%(2)

Sumber Energi berdasarkan Kapasitas

Coal
46.0 GW23
Hydro
6.4 GW24
Solar
4.9 GW101
Gas
4.0 GW11
Wind
4.0 GW50

Sektor Energi dan Pembangkitan Listrik di Afrika Selatan

Afrika Selatan, yang memiliki kode negara ZAF, adalah negara yang kaya akan sumber daya alam dan memiliki sektor energi yang beragam. Dengan populasi yang lebih dari 60 juta jiwa, kebutuhan energi di Afrika Selatan terus meningkat, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi. Sektor energi di negara ini didominasi oleh pembangkitan listrik dari sumber-sumber fosil, meskipun terdapat upaya untuk meningkatkan proporsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional.

Pembangkitan listrik di Afrika Selatan sebagian besar bergantung pada batu bara, yang menyuplai sekitar 80% dari total kebutuhan energi. Eskom, perusahaan utilitas negara, merupakan penyedia utama listrik di Afrika Selatan dan mengoperasikan beberapa pembangkit listrik berbasis batu bara terbesar di dunia. Namun, ketergantungan yang tinggi terhadap batu bara juga menimbulkan tantangan lingkungan, termasuk polusi udara dan emisi gas rumah kaca. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Afrika Selatan telah berupaya untuk mengurangi dampak lingkungan terkait dengan pembangkitan listrik dan beralih ke sumber energi yang lebih bersih.

Energi terbarukan mulai mendapatkan perhatian yang lebih besar dalam beberapa tahun terakhir. Afrika Selatan memiliki potensi besar untuk energi solar dan angin, berkat iklim yang menguntungkan dan lokasi geografis yang strategis. Program Energi Terbarukan Independen (REIPPPP) yang diluncurkan pada tahun 2011 bertujuan untuk menarik investasi swasta dalam proyek energi terbarukan, dengan hasil yang cukup signifikan. Pada tahun 2021, lebih dari 10% dari total kapasitas pembangkitan listrik berasal dari sumber terbarukan, termasuk tenaga angin, solar, dan hidro.

Selain itu, Afrika Selatan juga memiliki potensi untuk mengembangkan energi nuklir sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber energi. Pembangkit listrik tenaga nuklir Koeberg, yang beroperasi sejak tahun 1984, merupakan satu-satunya pembangkit listrik nuklir di negara ini. Meskipun ada rencana untuk menambah kapasitas nuklir, proyek-proyek tersebut sering kali terhambat oleh isu-isu pendanaan, regulasi, dan kekhawatiran publik terkait keselamatan.

Masalah yang dihadapi sektor energi Afrika Selatan juga mencakup tantangan dalam hal infrastruktur dan manajemen. Eskom telah menghadapi kesulitan keuangan yang serius, yang berdampak pada kemampuannya untuk mempertahankan dan memperluas jaringan listrik. Pemadaman listrik bergilir menjadi hal yang biasa dalam beberapa tahun terakhir, yang menunjukkan perlunya reformasi dalam sektor ini.

Pada tahun 2020, pemerintah mengumumkan rencana untuk membebaskan sektor energi dari kendala yang ada, termasuk memberikan izin kepada perusahaan swasta untuk membangun dan mengelola proyek pembangkit listrik mereka sendiri tanpa batasan kapasitas tertentu. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan dan handal. Dengan adanya upaya-upaya ini, Afrika Selatan berkomitmen untuk mencapai tujuan pengurangan emisi dan memenuhi kebutuhan energi yang terus berkembang di masa depan.

Pembangkit Listrik

Nama PembangkitJenisKapasitasTahun
Medupi Power StationCoal4,764 MW2015
Stasiun Listrik KendalCoal4,116 MW1990
Stasiun Listrik MajubaCoal4,110 MW1999
stasiun pembangkit MatimbaCoal3,990 MW1989
Lethabo Power StationCoal3,708 MW1980
Stasiun Pembangkit TutukaCoal3,654 MW1987
Matla power stationCoal3,600 MW1981
Kriel power stationCoal3,000 MW1978
Duvha Power StationCoal3,000 MW1975
Kusile Power StationCoal2,397 MW2018
Arnot power stationCoal2,352 MW1973
Hendrina power stationCoal2,000 MW1973
Koeberg Nuclear Power StationNuclear1,940 MW1985
KoebergNuclear1,800 MW1984
stasiun pembangkit CamdenCoal1,600 MW1968
Ankerlig Power StationGas1,338 MW2007
Ingula Pumped Storage SchemeHydro1,332 MW2016
AnkerligOil1,327 MW2007
Grootvlei power stationCoal1,190 MW1972
Drakensberg Pumped Storage SchemeHydro1,000 MW1981
DrakensbergHydro1,000 MW1981
Komati Power StationCoal990 MW1958
Gourikwa Power StationGas746 MW2004
GourikwaOil740 MW2007
Avon Peaking Power PlantGas670 MW1995
Avon Gas Turbine Peaking StationOil670 MW1975
Stasiun Pembangkit KelvinCoal600 MW1964
Skema Penyimpanan Terpompa PalmietHydro400 MW1983
PalmietHydro400 MW1988
Stasiun Pembangkit Listrik Tenaga Air GariepHydro360 MW1971
Bendungan GariepHydro360 MW1971
GariepHydro360 MW1971
Dedisa Peaking Power PlantGas335 MW2014
Rooiwal power stationCoal300 MW1966
Pembangkit Listrik Sasol SecundaCoal280 MW1980
Stasiun Pembangkit Hidroelektrik VanderkloofHydro240 MW1977
Bendungan VanderkloofHydro240 MW1971
VanderkloofHydro240 MW1977
Steenbras Power StationHydro180 MW1979
Pretoria West power stationCoal180 MW1952
Steenbras Pembangkit Listrik Tenaga AirHydro180 MW1979
AcaciaGas171 MW1976
Port RexGas171 MW1976
Stasiun Listrik AcaciaGas171 MW1996
Stasiun Listrik Port RexGas171 MW1996
Longyuan Mulilo Green Energy De Aar 2 North Wind Energy FacilityWind144 MW2017
Khobab WindWind140 MW2019
Oyster Bay Wind Power StationWind140 MW2020
Roggeveld Wind FarmWind140 MW2020
Sasol One power stationGas140 MW2018

Menampilkan 50 dari 232 pembangkit