CHP-21, yang terletak di Rusia pada koordinat 55.8947, 37.5107, adalah fasilitas pembangkit listrik tenaga gas yang signifikan dengan kapasitas 1800 MW. Diresmikan pada tahun 1963, pabrik ini telah menjadi landasan produksi energi di wilayah tersebut, dioperasikan oleh PJSC 'Mosenergo.' Penggunaan gas alam sebagai jenis bahan bakar utama memungkinkan CHP-21 untuk memproduksi listrik dengan efisien sambil meminimalkan emisi dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya. Fasilitas ini menggambarkan pentingnya teknologi kombinasi panas dan listrik, yang memungkinkan produksi listrik dan energi thermal yang berguna secara bersamaan dari sumber energi yang sama, meningkatkan efisiensi keseluruhan. CHP-21 memainkan peran penting dalam memasok daya ke jaringan lokal, mendukung kebutuhan energi baik untuk rumah tangga maupun industri di wilayah tersebut. Ini sangat signifikan dalam konteks kebijakan energi Rusia, yang menekankan keamanan energi dan diversifikasi sumber energi. Saat negara berusaha untuk memodernisasi infrastruktur energinya dan mengurangi ketergantungan pada batu bara, CHP-21 mencerminkan pergeseran menuju praktik pembangkit energi yang lebih bersih. Sejarah operasional dan pentingnya strategis fasilitas ini menjadikannya aset vital dalam transformasi energi yang sedang berlangsung di Rusia, memastikan pasokan listrik yang stabil sambil menangani masalah lingkungan.
1.80 GW
63 tahun
Rusia, Europe
Lokasi
Estimates based on Gas emission factor (490 g CO₂/kWh) and capacity factor (45%). Actual emissions may vary based on operating conditions, efficiency, and fuel quality.
Detail Teknis
- Jenis Bahan Bakar Utama
- Gas
- Sumber Energi
- Tidak Terbarukan
- Negara
Rusia- Benua
- Europe
- Sumber Data
- Basis Data Pembangkit Listrik Global
Rusia — Profil Energi
Pembangkit Listrik Terdekat
Gas sebagai Sumber Energi dalam Pembangkitan Listrik dan Sektor Energi
Gas alam merupakan salah satu sumber energi yang semakin penting dalam pembangkitan listrik dan sektor energi secara keseluruhan. Dalam beberapa dekade terakhir, penggunaan gas alam sebagai bahan bakar telah meningkat secara signifikan, terutama karena sifatnya yang lebih bersih dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya seperti batu bara dan minyak bumi. Gas alam terdiri terutama dari metana, yang ketika dibakar menghasilkan emisi karbon dioksida yang lebih rendah, sehingga menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan dalam transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.
Melihat Data yang Salah atau Tidak Lengkap?
Bantu kami meningkatkan database dengan melaporkan koreksi atau pembaruan. Kontribusi Anda membantu menjaga data pembangkit listrik global kami tetap akurat dan terkini.