World Power PlantsWorld Power Plants

Ras Laffan C (Ras Qartas) CCGT Power Plant Qatar2,730 MW Gas

Gas

Pembangkit Listrik CCGT Ras Laffan C (Ras Qartas) di Qatar adalah pemain kunci dalam lanskap energi negara, menyediakan kapasitas substansial sebesar 2,730 MW. Fasilitas berbahan bakar gas ini menggunakan teknologi turbin gas siklus gabungan (CCGT) yang canggih, yang secara signifikan meningkatkan efisiensi energinya dengan memanfaatkan baik turbin gas maupun uap. Terletak di Kota Industri Ras Laffan, pembangkit ini diposisikan secara strategis untuk mendukung kebutuhan energi Qatar yang terus meningkat sambil juga memfasilitasi pengembangan sektor industrinya. Penggunaan gas alam sebagai sumber bahan bakar utama sejalan dengan kebijakan energi nasional Qatar, yang menekankan pentingnya memanfaatkan energi yang lebih bersih untuk mengurangi emisi karbon sambil mempertahankan pertumbuhan ekonomi.

Kapasitas
2,730 MW

2.73 GW

Tahun Beroperasi
2010

16 tahun

Pemilik
Qatar Petroleum
Lokasi
25.9360°, 51.5235°

Qatar, Asia

Lokasi

Koordinat:: 25.936000, 51.523500
Buka di Google Maps
Carbon Footprint490 g CO₂/kWh
Annual CO₂
5.27 Mt
10762 GWh/year × 490 g/kWh
Cumulative CO₂
84.37 Mt
Over 16 years of operation
Est. Retirement
2040
14 years remaining
Annual emissions equivalent to
1.1M
cars per year
703.1K
homes per year
239.7M
trees to offset

Estimates based on Gas emission factor (490 g CO₂/kWh) and capacity factor (45%). Actual emissions may vary based on operating conditions, efficiency, and fuel quality.

Detail Teknis

Jenis Bahan Bakar Utama
Gas
Sumber Energi
Tidak Terbarukan
Negara
Qatar
Benua
Asia
Sumber Data
Basis Data Pembangkit Listrik Global

QatarProfil Energi

12
Total Pembangkit
10.6 GW
Total Kapasitas
Gas
Bahan Bakar Teratas

Gas sebagai Sumber Energi dalam Pembangkitan Listrik dan Sektor Energi

Gas alam merupakan salah satu sumber energi yang semakin penting dalam pembangkitan listrik dan sektor energi secara keseluruhan. Dalam beberapa dekade terakhir, penggunaan gas alam sebagai bahan bakar telah meningkat secara signifikan, terutama karena sifatnya yang lebih bersih dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya seperti batu bara dan minyak bumi. Gas alam terdiri terutama dari metana, yang ketika dibakar menghasilkan emisi karbon dioksida yang lebih rendah, sehingga menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan dalam transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.

Melihat Data yang Salah atau Tidak Lengkap?

Bantu kami meningkatkan database dengan melaporkan koreksi atau pembaruan. Kontribusi Anda membantu menjaga data pembangkit listrik global kami tetap akurat dan terkini.