San Carlos BioPower adalah aset infrastruktur utama dalam jaringan pembangkit listrik Filipina, yang terletak di benua Asia. Ditunjuk sebagai stasiun pembangkit listrik terbarukan, fasilitas ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 0 MW. Operasi utamanya bergantung pada pemanfaatan sumber energi biomass untuk menghasilkan listrik dalam jumlah besar. Manajemen operasional dan kepemilikan fasilitas ditangani oleh San Carlos BioPower, Inc., yang mengawasi pemeliharaan harian dan integrasi pengiriman jaringan. Fasilitas ini secara resmi terhubung ke jaringan listrik komersial pada 2015, dan sejak itu fasilitas tersebut mempertahankan keluaran regulernya, dan memainkan peran terstruktur dalam keamanan pasokan listrik dalam negeri. Dalam hal kapasitas produksi dalam negeri di Filipina, San Carlos BioPower menempati posisi #6 di antara semua pembangkit listrik biomass yang beroperasi. Kapasitas sebesar 0 MW mewakili 0,00% dari total kapasitas pembangkitan Filipina terpasang di biomass, yang saat ini berjumlah 70 MW. Instalasi biomass operasional terbesar di Filipina adalah iPower dengan output sebesar 20 MW, sehingga membuat San Carlos BioPower kira-kira 1,0 kali lebih kecil jika dibandingkan. Di seluruh jenis bahan bakar dan teknologi pembangkit listrik di seluruh negeri, fasilitas ini menyumbang 0,0000% dari total kapasitas pembangkitan Filipina sebesar 35.822 MW. Berdasarkan karakteristik faktor kapasitas historis pembangkit listrik biomass (dimodelkan pada 65% untuk analisis), perkiraan pembangkitan listrik tahunan fasilitas tersebut dihitung sekitar 0 MWh. Dengan menerapkan statistik konsumsi domestik, yaitu rata-rata rumah tangga di Filipina mengonsumsi listrik sebesar 3 MWh setiap tahunnya, maka tingkat produksi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan energi di sekitar rumah dengan daya sebesar 0. Sebagai proyek energi bersih dan berkelanjutan, San Carlos BioPower berkontribusi terhadap pembuangan langsung gas rumah kaca, mencegah sejumlah besar karbon dioksida memasuki atmosfer, dan membantu Filipina mencapai target integrasi energi terbarukan. Lokasi fisik stasiun terletak pada koordinat geografis 10,5100° lintang dan 123,4211° bujur. Analisis infrastruktur jaringan lokal menunjukkan kepadatan aset lain dalam radius 50 kilometer. Fasilitas terdekat ini mencakup Naga power complex (coal, 311 MW), Toledo Power Company (coal, 150 MW), Cadiz Solar Power Plant (solar, 132,5 MW), yang mewakili sekelompok aset listrik yang dilokalkan. Penempatan geografis ini penting untuk memperkuat infrastruktur distribusi regional dan meminimalkan hilangnya saluran transmisi di sektor Filipina ini.
11 tahun
Filipina, Asia
Lokasi
Estimates based on Biomass emission factor (230 g CO₂/kWh) and capacity factor (65%). Actual emissions may vary based on operating conditions, efficiency, and fuel quality.
Detail Teknis
- Jenis Bahan Bakar Utama
- Biomass
- Sumber Energi
- Terbarukan
- Negara
Filipina- Benua
- Asia
- Sumber Data
- Basis Data Pembangkit Listrik Global
Pembangkit Listrik Terdekat
Biomassa sebagai Sumber Energi dalam Sektor Pembangkit Listrik
Biomassa merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang berasal dari bahan organik, seperti tanaman, limbah pertanian, dan limbah hewan. Dalam konteks sektor pembangkit listrik, biomassa digunakan untuk menghasilkan energi melalui berbagai proses, termasuk pembakaran langsung, fermentasi, dan gasifikasi. Penggunaan biomassa sebagai sumber energi tidak hanya memberikan alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca dan pengelolaan limbah yang lebih baik.
Melihat Data yang Salah atau Tidak Lengkap?
Bantu kami meningkatkan database dengan melaporkan koreksi atau pembaruan. Kontribusi Anda membantu menjaga data pembangkit listrik global kami tetap akurat dan terkini.