CIP II Power Corporation adalah aset infrastruktur utama dalam jaringan pembangkit listrik Filipina, yang terletak di benua Asia. Ditunjuk sebagai stasiun pembangkit listrik berbahan bakar fosil, fasilitas ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 0 MW. Operasi utamanya bergantung pada pemanfaatan sumber energi oil untuk menghasilkan listrik dalam jumlah besar. Manajemen operasional dan kepemilikan fasilitas ditangani oleh CIP II Power Corporation, yang mengawasi pemeliharaan harian dan integrasi pengiriman jaringan. Fasilitas ini secara resmi terhubung ke jaringan listrik komersial pada 2000, dan sejak itu fasilitas tersebut mempertahankan keluaran regulernya, dan memainkan peran terstruktur dalam keamanan pasokan listrik dalam negeri. Dalam hal kapasitas produksi dalam negeri di Filipina, CIP II Power Corporation menempati posisi #25 di antara semua pembangkit listrik oil yang beroperasi. Kapasitas sebesar 0 MW mewakili 0,00% dari total kapasitas pembangkitan Filipina terpasang di oil, yang saat ini berjumlah 3.190 MW. Instalasi oil operasional terbesar di Filipina adalah MALAYA dengan output sebesar 650 MW, sehingga membuat CIP II Power Corporation kira-kira 1,0 kali lebih kecil jika dibandingkan. Di seluruh jenis bahan bakar dan teknologi pembangkit listrik di seluruh negeri, fasilitas ini menyumbang 0,0000% dari total kapasitas pembangkitan Filipina sebesar 35.822 MW. Berdasarkan karakteristik faktor kapasitas historis pembangkit listrik oil (dimodelkan pada 15% untuk analisis), perkiraan pembangkitan listrik tahunan fasilitas tersebut dihitung sekitar 0 MWh. Dengan menerapkan statistik konsumsi domestik, yaitu rata-rata rumah tangga di Filipina mengonsumsi listrik sebesar 3 MWh setiap tahunnya, maka tingkat produksi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan energi di sekitar rumah dengan daya sebesar 0. Dengan memanfaatkan proses pembangkit listrik tenaga panas tradisional, stasiun ini menyalurkan energi yang dapat dikirim ke jaringan listrik, mendukung ketahanan jaringan listrik selama periode ketersediaan sumber daya terbarukan rendah dan memenuhi permintaan beban dasar industri. Lokasi fisik stasiun terletak pada koordinat geografis 16,7733° lintang dan 120,3326° bujur. Analisis infrastruktur jaringan lokal menunjukkan kepadatan aset lain dalam radius 50 kilometer. Fasilitas terdekat ini mencakup BAUANG DPP (oil, 235,2 MW), BINGA (hydro, 132 MW), AMBUKLAO (hydro, 105 MW), yang mewakili sekelompok aset listrik yang dilokalkan. Penempatan geografis ini penting untuk memperkuat infrastruktur distribusi regional dan meminimalkan hilangnya saluran transmisi di sektor Filipina ini.
26 tahun
Filipina, Asia
Lokasi
Estimates based on Oil emission factor (650 g CO₂/kWh) and capacity factor (35%). Actual emissions may vary based on operating conditions, efficiency, and fuel quality.
Detail Teknis
- Jenis Bahan Bakar Utama
- Oil
- Sumber Energi
- Tidak Terbarukan
- Negara
Filipina- Benua
- Asia
- Sumber Data
- Basis Data Pembangkit Listrik Global
Pembangkit Listrik Terdekat
Minyak Sebagai Sumber Energi dalam Sektor Pembangkitan Energi
Minyak, sebagai salah satu sumber energi utama di dunia, memiliki peran yang sangat signifikan dalam sektor pembangkitan energi. Sejak awal abad ke-20, minyak telah menjadi bahan bakar utama dalam berbagai aplikasi, mulai dari transportasi hingga pembangkit listrik. Keberadaan minyak bumi tidak hanya mengubah wajah industri energi, tetapi juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global dan dinamika geopolitik.
Melihat Data yang Salah atau Tidak Lengkap?
Bantu kami meningkatkan database dengan melaporkan koreksi atau pembaruan. Kontribusi Anda membantu menjaga data pembangkit listrik global kami tetap akurat dan terkini.