Pembangkit Listrik Sultan Salahuddin Abdul Aziz adalah pemain kunci dalam lanskap energi Malaysia, memberikan kapasitas penting sebesar 2200 MW untuk jaringan nasional. Fasilitas pembangkit listrik berbahan bakar gas ini, yang diresmikan pada tahun 1985, menggunakan teknologi turbin gas canggih untuk mengubah gas alam menjadi listrik dengan efisien. Terletak pada koordinat 3.1170° N dan 101.3220° E, pembangkit listrik ini diposisikan secara strategis untuk mendukung kebutuhan energi wilayah Klang Valley yang padat penduduk, yang mencakup ibu kota Kuala Lumpur. Dioperasikan oleh perusahaan energi terkemuka, pabrik ini tidak hanya menyediakan output daya yang substansial tetapi juga memainkan peran signifikan dalam upaya Malaysia untuk meningkatkan keamanan dan keandalan energi. Saat negara ini berusaha untuk beralih ke sumber energi yang lebih bersih, Pembangkit Listrik Sultan Salahuddin Abdul Aziz tetap menjadi kontributor penting bagi campuran energi, menyeimbangkan ketergantungan yang semakin besar pada energi terbarukan dengan kebutuhan akan daya yang stabil dan dapat diandalkan. Konteks operasional fasilitas ini semakin ditekankan oleh kebijakan energi Malaysia, yang berupaya untuk mengintegrasikan praktik yang lebih berkelanjutan sambil memastikan pasokan energi yang terus menerus dan dapat diandalkan bagi warganya.
2.20 GW
41 tahun
Malaysia, Asia
Lokasi
Estimates based on Gas emission factor (490 g CO₂/kWh) and capacity factor (45%). Actual emissions may vary based on operating conditions, efficiency, and fuel quality.
Detail Teknis
- Jenis Bahan Bakar Utama
- Gas
- Sumber Energi
- Tidak Terbarukan
- Negara
Malaysia- Benua
- Asia
- Sumber Data
- Basis Data Pembangkit Listrik Global
Malaysia — Profil Energi
Pembangkit Listrik Terdekat
Gas sebagai Sumber Energi dalam Pembangkitan Listrik dan Sektor Energi
Gas alam merupakan salah satu sumber energi yang semakin penting dalam pembangkitan listrik dan sektor energi secara keseluruhan. Dalam beberapa dekade terakhir, penggunaan gas alam sebagai bahan bakar telah meningkat secara signifikan, terutama karena sifatnya yang lebih bersih dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya seperti batu bara dan minyak bumi. Gas alam terdiri terutama dari metana, yang ketika dibakar menghasilkan emisi karbon dioksida yang lebih rendah, sehingga menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan dalam transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.
Melihat Data yang Salah atau Tidak Lengkap?
Bantu kami meningkatkan database dengan melaporkan koreksi atau pembaruan. Kontribusi Anda membantu menjaga data pembangkit listrik global kami tetap akurat dan terkini.