Pembangkit Listrik Cogeneration Pengerang adalah fasilitas pembangkit listrik berbahan bakar gas yang penting yang terletak di Malaysia, khususnya pada koordinat 1.3764, 104.1743. Dengan kapasitas 1.729 MW, pembangkit listrik ini memainkan peran penting dalam lanskap energi Malaysia, terutama dalam memenuhi permintaan listrik di wilayah selatan dan mendukung stabilitas jaringan nasional. Teknologi kogenerasi yang digunakan di Pengerang memungkinkan produksi simultan listrik dan energi termal yang berguna, meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan secara keseluruhan. Pembangkit listrik ini sangat penting karena Malaysia berusaha untuk mendiversifikasi sumber energinya dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil tradisional. Dengan penekanan yang semakin besar pada teknologi energi yang lebih bersih, kerangka operasional Pembangkit Listrik Cogeneration Pengerang sejalan dengan tujuan kebijakan energi negara yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi emisi karbon. Lokasinya yang dekat dengan area industri utama menjadikannya aset penting bagi industri lokal, yang bergantung pada pasokan energi yang stabil dan efisien. Saat Malaysia terus mengembangkan sektor energinya, Pembangkit Listrik Cogeneration Pengerang menonjol sebagai contoh utama integrasi teknologi modern dengan kebutuhan untuk pembangkit energi yang andal, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan tanggung jawab lingkungan.
1.73 GW
11 tahun
Malaysia, Asia
Lokasi
Estimates based on Gas emission factor (490 g CO₂/kWh) and capacity factor (45%). Actual emissions may vary based on operating conditions, efficiency, and fuel quality.
Detail Teknis
- Jenis Bahan Bakar Utama
- Gas
- Sumber Energi
- Tidak Terbarukan
- Negara
Malaysia- Benua
- Asia
- Sumber Data
- Basis Data Pembangkit Listrik Global
Malaysia — Profil Energi
Pembangkit Listrik Terdekat
Gas sebagai Sumber Energi dalam Pembangkitan Listrik dan Sektor Energi
Gas alam merupakan salah satu sumber energi yang semakin penting dalam pembangkitan listrik dan sektor energi secara keseluruhan. Dalam beberapa dekade terakhir, penggunaan gas alam sebagai bahan bakar telah meningkat secara signifikan, terutama karena sifatnya yang lebih bersih dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya seperti batu bara dan minyak bumi. Gas alam terdiri terutama dari metana, yang ketika dibakar menghasilkan emisi karbon dioksida yang lebih rendah, sehingga menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan dalam transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.
Melihat Data yang Salah atau Tidak Lengkap?
Bantu kami meningkatkan database dengan melaporkan koreksi atau pembaruan. Kontribusi Anda membantu menjaga data pembangkit listrik global kami tetap akurat dan terkini.