World Power PlantsWorld Power Plants

Oita Thermal Power Plant657 MW Gas Alam

Gas

Oita Thermal Power Plant adalah aset infrastruktur utama dalam jaringan pembangkit listrik Jepang, yang terletak di benua Asia. Ditunjuk sebagai stasiun pembangkit listrik berbahan bakar fosil, fasilitas ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 657 MW. Operasi utamanya bergantung pada pemanfaatan sumber energi gas untuk menghasilkan listrik dalam jumlah besar. Untuk memastikan fleksibilitas dan keandalan, stasiun juga dikonfigurasi untuk menggunakan oil sebagai sumber bahan bakar tambahan atau sekunder. Manajemen operasional dan kepemilikan fasilitas ditangani oleh OITA CO-OPERATIVE THERMAL POWE, yang mengawasi pemeliharaan harian dan integrasi pengiriman jaringan. Fasilitas ini secara resmi terhubung ke jaringan listrik komersial pada 1995, dan sejak itu fasilitas tersebut mempertahankan keluaran regulernya, dan memainkan peran terstruktur dalam keamanan pasokan listrik dalam negeri. Dalam hal kapasitas produksi dalam negeri di Jepang, Oita Thermal Power Plant menempati posisi #43 di antara semua pembangkit listrik gas yang beroperasi. Kapasitas sebesar 657 MW mewakili 0,68% dari total kapasitas pembangkitan Jepang terpasang di gas, yang saat ini berjumlah 96.324 MW. Instalasi gas operasional terbesar di Jepang adalah Kashima Power Station dengan output sebesar 5.660 MW, sehingga membuat Oita Thermal Power Plant kira-kira 8,6 kali lebih kecil jika dibandingkan. Di seluruh jenis bahan bakar dan teknologi pembangkit listrik di seluruh negeri, fasilitas ini menyumbang 0,1832% dari total kapasitas pembangkitan Jepang sebesar 358.713 MW. Berdasarkan karakteristik faktor kapasitas historis pembangkit listrik gas (dimodelkan pada 40% untuk analisis), perkiraan pembangkitan listrik tahunan fasilitas tersebut dihitung sekitar 2.302.128 MWh. Dengan menerapkan statistik konsumsi domestik, yaitu rata-rata rumah tangga di Jepang mengonsumsi listrik sebesar 3 MWh setiap tahunnya, maka tingkat produksi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan energi di sekitar rumah dengan daya sebesar 767.376. Dengan memanfaatkan proses pembangkit listrik tenaga panas tradisional, stasiun ini menyalurkan energi yang dapat dikirim ke jaringan listrik, mendukung ketahanan jaringan listrik selama periode ketersediaan sumber daya terbarukan rendah dan memenuhi permintaan beban dasar industri. Lokasi fisik stasiun terletak pada koordinat geografis 33,2672° lintang dan 131,7076° bujur. Analisis infrastruktur jaringan lokal menunjukkan kepadatan aset lain dalam radius 50 kilometer. Fasilitas terdekat ini mencakup Shin-Oita Power Plant (gas, 2.825 MW), Shin-Oita Thermal Power Station (gas, 2.825 MW), Shin Oita (gas, 2.295 MW), yang mewakili sekelompok aset listrik yang dilokalkan. Penempatan geografis ini penting untuk memperkuat infrastruktur distribusi regional dan meminimalkan hilangnya saluran transmisi di sektor Jepang ini.

Kapasitas
657 MW
Tahun Beroperasi
1995

31 tahun

Pemilik
OITA CO-OPERATIVE THERMAL POWE
Lokasi
33.2672°, 131.7076°

Jepang, Asia

Lokasi

Koordinat:: 33.267200, 131.707600
Buka di Google Maps
Carbon Footprint490 g CO₂/kWh
Annual CO₂
1.27 Mt
2590 GWh/year × 490 g/kWh
Cumulative CO₂
39.34 Mt
Over 31 years of operation
Past Retirement
2025
1 years past expected retirement
Annual emissions equivalent to
275.9K
cars per year
169.2K
homes per year
57.7M
trees to offset

Estimates based on Gas emission factor (490 g CO₂/kWh) and capacity factor (45%). Actual emissions may vary based on operating conditions, efficiency, and fuel quality.

Detail Teknis

Jenis Bahan Bakar Utama
Gas
Sumber Energi
Tidak Terbarukan
Negara
Jepang
Benua
Asia
Sumber Data
Basis Data Pembangkit Listrik Global

JepangProfil Energi

664
Total Pembangkit
358.7 GW
Total Kapasitas
NuclearGasCoalOil
Bahan Bakar Teratas

Gas sebagai Sumber Energi dalam Pembangkitan Listrik dan Sektor Energi

Gas alam merupakan salah satu sumber energi yang semakin penting dalam pembangkitan listrik dan sektor energi secara keseluruhan. Dalam beberapa dekade terakhir, penggunaan gas alam sebagai bahan bakar telah meningkat secara signifikan, terutama karena sifatnya yang lebih bersih dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya seperti batu bara dan minyak bumi. Gas alam terdiri terutama dari metana, yang ketika dibakar menghasilkan emisi karbon dioksida yang lebih rendah, sehingga menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan dalam transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.

Melihat Data yang Salah atau Tidak Lengkap?

Bantu kami meningkatkan database dengan melaporkan koreksi atau pembaruan. Kontribusi Anda membantu menjaga data pembangkit listrik global kami tetap akurat dan terkini.