Nabara adalah aset infrastruktur utama dalam jaringan pembangkit listrik Jepang, yang terletak di benua Asia. Ditunjuk sebagai stasiun pembangkit listrik terbarukan, fasilitas ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 620 MW. Operasi utamanya bergantung pada pemanfaatan sumber energi hydro untuk menghasilkan listrik dalam jumlah besar. Manajemen operasional dan kepemilikan fasilitas ditangani oleh Chugoku, yang mengawasi pemeliharaan harian dan integrasi pengiriman jaringan. Fasilitas ini secara resmi terhubung ke jaringan listrik komersial pada 2002, dan sejak itu fasilitas tersebut mempertahankan keluaran regulernya, dan memainkan peran terstruktur dalam keamanan pasokan listrik dalam negeri. Dalam hal kapasitas produksi dalam negeri di Jepang, Nabara menempati posisi #26 di antara semua pembangkit listrik hydro yang beroperasi. Kapasitas sebesar 620 MW mewakili 1,54% dari total kapasitas pembangkitan Jepang terpasang di hydro, yang saat ini berjumlah 40.131 MW. Instalasi hydro operasional terbesar di Jepang adalah Okutataragi dengan output sebesar 1.932 MW, sehingga membuat Nabara kira-kira 3,1 kali lebih kecil jika dibandingkan. Di seluruh jenis bahan bakar dan teknologi pembangkit listrik di seluruh negeri, fasilitas ini menyumbang 0,1728% dari total kapasitas pembangkitan Jepang sebesar 358.713 MW. Berdasarkan karakteristik faktor kapasitas historis pembangkit listrik hydro (dimodelkan pada 40% untuk analisis), perkiraan pembangkitan listrik tahunan fasilitas tersebut dihitung sekitar 2.172.480 MWh. Dengan menerapkan statistik konsumsi domestik, yaitu rata-rata rumah tangga di Jepang mengonsumsi listrik sebesar 3 MWh setiap tahunnya, maka tingkat produksi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan energi di sekitar rumah dengan daya sebesar 724.160. Sebagai proyek energi bersih dan berkelanjutan, Nabara berkontribusi terhadap pembuangan langsung gas rumah kaca, mencegah sejumlah besar karbon dioksida memasuki atmosfer, dan membantu Jepang mencapai target integrasi energi terbarukan. Lokasi fisik stasiun terletak pada koordinat geografis 34,5625° lintang dan 132,5167° bujur. Analisis infrastruktur jaringan lokal menunjukkan kepadatan aset lain dalam radius 50 kilometer. Fasilitas terdekat ini mencakup Takehara power station (coal, 1.300 MW), Osaki CoolGen Project (coal, 166 MW), Osakikamijima Solar Power Plant (solar, 13,7 MW), yang mewakili sekelompok aset listrik yang dilokalkan. Penempatan geografis ini penting untuk memperkuat infrastruktur distribusi regional dan meminimalkan hilangnya saluran transmisi di sektor Jepang ini.
24 tahun
Jepang, Asia
Lokasi
Zero Direct Emissions
Nabara is a hydro power plant producing approximately 2172 GWh of clean electricity per year with zero direct CO₂ emissions during operation.
Lifecycle emissions: ~24 g CO₂/kWh (manufacturing, transport, decommissioning)
Detail Teknis
- Jenis Bahan Bakar Utama
- Hydro
- Sumber Energi
- Terbarukan
- Negara
Jepang- Benua
- Asia
- Sumber Data
- Basis Data Pembangkit Listrik Global
Jepang — Profil Energi
Pembangkit Listrik Terdekat
Pembangkit Energi Hidro: Sumber Energi Terbarukan
Energi hidro merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang paling banyak digunakan di dunia untuk menghasilkan listrik. Proses pembangkitan energi hidro memanfaatkan aliran air, umumnya dari sungai, danau, atau waduk, untuk memutar turbin yang kemudian menggerakkan generator listrik. Energi ini bersifat ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca selama proses operasionalnya, menjadikannya alternatif yang sangat baik dibandingkan dengan sumber energi fosil.
Melihat Data yang Salah atau Tidak Lengkap?
Bantu kami meningkatkan database dengan melaporkan koreksi atau pembaruan. Kontribusi Anda membantu menjaga data pembangkit listrik global kami tetap akurat dan terkini.