Hiroshima City Naka Incineration Plant adalah aset infrastruktur utama dalam jaringan pembangkit listrik Jepang, yang terletak di benua Asia. Ditunjuk sebagai stasiun pembangkit listrik terbarukan, fasilitas ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 0 MW. Operasi utamanya bergantung pada pemanfaatan sumber energi biomass untuk menghasilkan listrik dalam jumlah besar. Manajemen operasional dan kepemilikan fasilitas ditangani oleh Hiroshima City, yang mengawasi pemeliharaan harian dan integrasi pengiriman jaringan. Fasilitas ini secara resmi terhubung ke jaringan listrik komersial pada 2004, dan sejak itu fasilitas tersebut mempertahankan keluaran regulernya, dan memainkan peran terstruktur dalam keamanan pasokan listrik dalam negeri. Dalam hal kapasitas produksi dalam negeri di Jepang, Hiroshima City Naka Incineration Plant menempati posisi #4 di antara semua pembangkit listrik biomass yang beroperasi. Kapasitas sebesar 0 MW mewakili 0,00% dari total kapasitas pembangkitan Jepang terpasang di biomass, yang saat ini berjumlah 45 MW. Instalasi biomass operasional terbesar di Jepang adalah Shinagawa Cleaning Plant dengan output sebesar 15 MW, sehingga membuat Hiroshima City Naka Incineration Plant kira-kira 1,0 kali lebih kecil jika dibandingkan. Di seluruh jenis bahan bakar dan teknologi pembangkit listrik di seluruh negeri, fasilitas ini menyumbang 0,0000% dari total kapasitas pembangkitan Jepang sebesar 358.713 MW. Berdasarkan karakteristik faktor kapasitas historis pembangkit listrik biomass (dimodelkan pada 65% untuk analisis), perkiraan pembangkitan listrik tahunan fasilitas tersebut dihitung sekitar 0 MWh. Dengan menerapkan statistik konsumsi domestik, yaitu rata-rata rumah tangga di Jepang mengonsumsi listrik sebesar 3 MWh setiap tahunnya, maka tingkat produksi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan energi di sekitar rumah dengan daya sebesar 0. Sebagai proyek energi bersih dan berkelanjutan, Hiroshima City Naka Incineration Plant berkontribusi terhadap pembuangan langsung gas rumah kaca, mencegah sejumlah besar karbon dioksida memasuki atmosfer, dan membantu Jepang mencapai target integrasi energi terbarukan. Lokasi fisik stasiun terletak pada koordinat geografis 34,3584° lintang dan 132,4420° bujur. Analisis infrastruktur jaringan lokal menunjukkan kepadatan aset lain dalam radius 50 kilometer. Fasilitas terdekat ini mencakup Yanai (gas, 1.400 MW), Nabara (hydro, 620 MW), Osaki CoolGen Project (coal, 166 MW), yang mewakili sekelompok aset listrik yang dilokalkan. Penempatan geografis ini penting untuk memperkuat infrastruktur distribusi regional dan meminimalkan hilangnya saluran transmisi di sektor Jepang ini.
22 tahun
Jepang, Asia
Lokasi
Estimates based on Biomass emission factor (230 g CO₂/kWh) and capacity factor (65%). Actual emissions may vary based on operating conditions, efficiency, and fuel quality.
Detail Teknis
- Jenis Bahan Bakar Utama
- Biomass
- Sumber Energi
- Terbarukan
- Negara
Jepang- Benua
- Asia
- Sumber Data
- Basis Data Pembangkit Listrik Global
Jepang — Profil Energi
Pembangkit Listrik Terdekat
Biomassa sebagai Sumber Energi dalam Sektor Pembangkit Listrik
Biomassa merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang berasal dari bahan organik, seperti tanaman, limbah pertanian, dan limbah hewan. Dalam konteks sektor pembangkit listrik, biomassa digunakan untuk menghasilkan energi melalui berbagai proses, termasuk pembakaran langsung, fermentasi, dan gasifikasi. Penggunaan biomassa sebagai sumber energi tidak hanya memberikan alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca dan pengelolaan limbah yang lebih baik.
Melihat Data yang Salah atau Tidak Lengkap?
Bantu kami meningkatkan database dengan melaporkan koreksi atau pembaruan. Kontribusi Anda membantu menjaga data pembangkit listrik global kami tetap akurat dan terkini.