Pembangkit Listrik Tambak Lorok adalah fasilitas pembangkit listrik berbahan bakar gas yang kunci yang terletak di Indonesia, dengan koordinat -6.9506° S dan 110.4335° E. Dengan kapasitas substansial sebesar 2000 MW, fasilitas ini berperan penting dalam mendukung kebutuhan energi yang terus berkembang di Indonesia, terutama dalam konteks perkembangan ekonomi yang pesat. Dioperasikan oleh Indonesia Power, Tambak Lorok menggunakan teknologi turbin gas modern, yang dikenal karena efisiensinya dan emisi gas rumah kaca yang lebih rendah dibandingkan dengan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara tradisional. Fasilitas ini memainkan peran vital dalam lanskap energi lokal, menyediakan sumber listrik yang andal yang sangat penting bagi konsumen rumah tangga dan industri. Saat Indonesia terus mengejar diversifikasi energi, Pembangkit Listrik Tambak Lorok adalah bagian signifikan dari strategi negara untuk mengurangi jejak karbonnya sambil mempertahankan keamanan energi. Pemerintah Indonesia telah menerapkan berbagai kebijakan yang bertujuan untuk mempromosikan sumber energi yang lebih bersih, dan fasilitas Tambak Lorok mencerminkan komitmen ini dengan meningkatkan integrasi gas alam ke dalam campuran energi nasional. Dengan demikian, stasiun ini tidak hanya berkontribusi pada jaringan lokal tetapi juga menekankan upaya Indonesia untuk bertransisi menuju masa depan energi yang lebih berkelanjutan.
2.00 GW
11 tahun
Indonesia, Asia
Lokasi
Estimates based on Gas emission factor (490 g CO₂/kWh) and capacity factor (45%). Actual emissions may vary based on operating conditions, efficiency, and fuel quality.
Detail Teknis
- Jenis Bahan Bakar Utama
- Gas
- Sumber Energi
- Tidak Terbarukan
- Negara
Indonesia- Benua
- Asia
- Sumber Data
- Basis Data Pembangkit Listrik Global
Indonesia — Profil Energi
Pembangkit Listrik Terdekat
Gas sebagai Sumber Energi dalam Pembangkitan Listrik dan Sektor Energi
Gas alam merupakan salah satu sumber energi yang semakin penting dalam pembangkitan listrik dan sektor energi secara keseluruhan. Dalam beberapa dekade terakhir, penggunaan gas alam sebagai bahan bakar telah meningkat secara signifikan, terutama karena sifatnya yang lebih bersih dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya seperti batu bara dan minyak bumi. Gas alam terdiri terutama dari metana, yang ketika dibakar menghasilkan emisi karbon dioksida yang lebih rendah, sehingga menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan dalam transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.
Melihat Data yang Salah atau Tidak Lengkap?
Bantu kami meningkatkan database dengan melaporkan koreksi atau pembaruan. Kontribusi Anda membantu menjaga data pembangkit listrik global kami tetap akurat dan terkini.