World Power PlantsWorld Power Plants

Kalteng-1 Pulang Pisau power station120 MW Coal

Coal

Pembangkit listrik Kalteng-1 Pulang Pisau adalah pembangkit listrik tenaga batubara yang terletak di Indonesia. Pembangkit ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 120 MW yang dihasilkan dari energi batubara. Pembangkit ini mulai beroperasi pada tahun 2015. Pembangkit ini dioperasikan oleh PT PLN Persero.

Kapasitas
120 MW
Tahun Beroperasi
2015

11 tahun

Pemilik
PT PLN Persero
Lokasi
-2.8226°, 114.2088°

Indonesia, Asia

Lokasi

Koordinat:: -2.822600, 114.208800
Buka di Google Maps
Carbon Footprint820 g CO₂/kWh
Annual CO₂
474.1 Kt
578 GWh/year × 820 g/kWh
Cumulative CO₂
5.22 Mt
Over 11 years of operation
Est. Retirement
2055
29 years remaining
Annual emissions equivalent to
103.1K
cars per year
63.2K
homes per year
21.5M
trees to offset

Estimates based on Coal emission factor (820 g CO₂/kWh) and capacity factor (55%). Actual emissions may vary based on operating conditions, efficiency, and fuel quality.

Detail Teknis

Jenis Bahan Bakar Utama
Coal
Sumber Energi
Tidak Terbarukan
Negara
Indonesia
Benua
Asia
Sumber Data
Basis Data Pembangkit Listrik Global

IndonesiaProfil Energi

297
Total Pembangkit
108.2 GW
Total Kapasitas
GasCoalHydroGeothermal
Bahan Bakar Teratas

Batubara sebagai Sumber Energi dalam Sektor Pembangkitan Energi

Batubara merupakan salah satu sumber energi yang paling banyak digunakan di dunia, terutama dalam sektor pembangkitan energi. Sebagai bahan bakar fosil, batubara telah menjadi andalan dalam menghasilkan listrik, terutama di negara-negara dengan cadangan batubara yang melimpah seperti Amerika Serikat, China, dan Indonesia. Proses pembangkitan energi dari batubara melibatkan pembakaran batubara untuk menghasilkan uap, yang kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik.

Melihat Data yang Salah atau Tidak Lengkap?

Bantu kami meningkatkan database dengan melaporkan koreksi atau pembaruan. Kontribusi Anda membantu menjaga data pembangkit listrik global kami tetap akurat dan terkini.