World Power PlantsWorld Power Plants

Stasiun Pembangkit Batu Hijau124 MW Coal

Coal

Batu Hijau power station adalah pembangkit listrik tenaga batu bara yang terletak di Indonesia. Pembangkit ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 124 MW yang dihasilkan dari energi batu bara. Pembangkit ini mulai beroperasi pada tahun 1999. Pembangkit ini dioperasikan oleh Pt Newmont Nusa Tenggara.

Kapasitas
124 MW
Tahun Beroperasi
1999

27 tahun

Pemilik
Pt Newmont Nusa Tenggara
Lokasi
-8.9012°, 116.7382°

Indonesia, Asia

Lokasi

Koordinat:: -8.901200, 116.738200
Buka di Google Maps
Carbon Footprint820 g CO₂/kWh
Annual CO₂
489.9 Kt
597 GWh/year × 820 g/kWh
Cumulative CO₂
13.23 Mt
Over 27 years of operation
Est. Retirement
2039
13 years remaining
Annual emissions equivalent to
106.5K
cars per year
65.3K
homes per year
22.3M
trees to offset

Estimates based on Coal emission factor (820 g CO₂/kWh) and capacity factor (55%). Actual emissions may vary based on operating conditions, efficiency, and fuel quality.

Detail Teknis

Jenis Bahan Bakar Utama
Coal
Sumber Energi
Tidak Terbarukan
Negara
Indonesia
Benua
Asia
Sumber Data
Basis Data Pembangkit Listrik Global

IndonesiaProfil Energi

297
Total Pembangkit
108.2 GW
Total Kapasitas
GasCoalHydroGeothermal
Bahan Bakar Teratas

Batubara sebagai Sumber Energi dalam Sektor Pembangkitan Energi

Batubara merupakan salah satu sumber energi yang paling banyak digunakan di dunia, terutama dalam sektor pembangkitan energi. Sebagai bahan bakar fosil, batubara telah menjadi andalan dalam menghasilkan listrik, terutama di negara-negara dengan cadangan batubara yang melimpah seperti Amerika Serikat, China, dan Indonesia. Proses pembangkitan energi dari batubara melibatkan pembakaran batubara untuk menghasilkan uap, yang kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik.

Melihat Data yang Salah atau Tidak Lengkap?

Bantu kami meningkatkan database dengan melaporkan koreksi atau pembaruan. Kontribusi Anda membantu menjaga data pembangkit listrik global kami tetap akurat dan terkini.