World Power PlantsWorld Power Plants

stasiun pembangkit Berlin-Reuter-West564 MW Coal

Coal

Stasiun pembangkit Berlin-Reuter-West adalah pembangkit listrik tenaga batubara yang terletak di Jerman. Pembangkit ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 564 MW yang dihasilkan dari energi batubara. Pembangkit ini mulai beroperasi pada tahun 1988. Pembangkit ini dioperasikan oleh Vattenfall Europe AG.

Kapasitas
564 MW
Tahun Beroperasi
1988

38 tahun

Pemilik
Vattenfall Europe AG
Lokasi
52.5351°, 13.2426°

Jerman, Europe

Lokasi

Koordinat:: 52.535100, 13.242600
Buka di Google Maps
Carbon Footprint820 g CO₂/kWh
Annual CO₂
2.23 Mt
2717 GWh/year × 820 g/kWh
Cumulative CO₂
84.67 Mt
Over 38 years of operation
Closing Soon
2028
2 years remaining
Annual emissions equivalent to
484.4K
cars per year
297.1K
homes per year
101.3M
trees to offset

Estimates based on Coal emission factor (820 g CO₂/kWh) and capacity factor (55%). Actual emissions may vary based on operating conditions, efficiency, and fuel quality.

Detail Teknis

Jenis Bahan Bakar Utama
Coal
Sumber Energi
Tidak Terbarukan
Negara
Jerman
Benua
Europe
Sumber Data
Basis Data Pembangkit Listrik Global

JermanProfil Energi

1,483
Total Pembangkit
151.8 GW
Total Kapasitas
CoalGasNuclearHydro
Bahan Bakar Teratas

Batubara sebagai Sumber Energi dalam Sektor Pembangkitan Energi

Batubara merupakan salah satu sumber energi yang paling banyak digunakan di dunia, terutama dalam sektor pembangkitan energi. Sebagai bahan bakar fosil, batubara telah menjadi andalan dalam menghasilkan listrik, terutama di negara-negara dengan cadangan batubara yang melimpah seperti Amerika Serikat, China, dan Indonesia. Proses pembangkitan energi dari batubara melibatkan pembakaran batubara untuk menghasilkan uap, yang kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik.

Melihat Data yang Salah atau Tidak Lengkap?

Bantu kami meningkatkan database dengan melaporkan koreksi atau pembaruan. Kontribusi Anda membantu menjaga data pembangkit listrik global kami tetap akurat dan terkini.