World Power PlantsWorld Power Plants

Jiangsu Zhangjiagang Huaxing780 MW Gas Alam

Gas

Jiangsu Zhangjiagang Huaxing adalah aset infrastruktur utama dalam jaringan pembangkit listrik Tiongkok, yang terletak di benua Asia. Ditunjuk sebagai stasiun pembangkit listrik berbahan bakar fosil, fasilitas ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 780 MW. Operasi utamanya bergantung pada pemanfaatan sumber energi gas untuk menghasilkan listrik dalam jumlah besar. Manajemen operasional dan kepemilikan fasilitas ditangani oleh Zhangjiagang Huaxing Power Co. Ltd, yang mengawasi pemeliharaan harian dan integrasi pengiriman jaringan. Fasilitas ini secara resmi terhubung ke jaringan listrik komersial pada 2005, dan sejak itu fasilitas tersebut mempertahankan keluaran regulernya, dan memainkan peran terstruktur dalam keamanan pasokan listrik dalam negeri. Dalam hal kapasitas produksi dalam negeri di Tiongkok, Jiangsu Zhangjiagang Huaxing menempati posisi #34 di antara semua pembangkit listrik gas yang beroperasi. Kapasitas sebesar 780 MW mewakili 1,21% dari total kapasitas pembangkitan Tiongkok terpasang di gas, yang saat ini berjumlah 64.706 MW. Instalasi gas operasional terbesar di Tiongkok adalah Black Point Power Station dengan output sebesar 2.500 MW, sehingga membuat Jiangsu Zhangjiagang Huaxing kira-kira 3,2 kali lebih kecil jika dibandingkan. Di seluruh jenis bahan bakar dan teknologi pembangkit listrik di seluruh negeri, fasilitas ini menyumbang 0,0482% dari total kapasitas pembangkitan Tiongkok sebesar 1.617.141 MW. Berdasarkan karakteristik faktor kapasitas historis pembangkit listrik gas (dimodelkan pada 40% untuk analisis), perkiraan pembangkitan listrik tahunan fasilitas tersebut dihitung sekitar 2.733.120 MWh. Dengan menerapkan statistik konsumsi domestik, yaitu rata-rata rumah tangga di Tiongkok mengonsumsi listrik sebesar 3 MWh setiap tahunnya, maka tingkat produksi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan energi di sekitar rumah dengan daya sebesar 911.040. Dengan memanfaatkan proses pembangkit listrik tenaga panas tradisional, stasiun ini menyalurkan energi yang dapat dikirim ke jaringan listrik, mendukung ketahanan jaringan listrik selama periode ketersediaan sumber daya terbarukan rendah dan memenuhi permintaan beban dasar industri. Lokasi fisik stasiun terletak pada koordinat geografis 31,8900° lintang dan 120,6000° bujur. Analisis infrastruktur jaringan lokal menunjukkan kepadatan aset lain dalam radius 50 kilometer. Fasilitas terdekat ini mencakup Jiangsu Nantong power station (coal, 3.404 MW), CPI Changshu-1 power station (coal, 3.320 MW), Zhangjiagang Shazhou power station (coal, 3.260 MW), yang mewakili sekelompok aset listrik yang dilokalkan. Penempatan geografis ini penting untuk memperkuat infrastruktur distribusi regional dan meminimalkan hilangnya saluran transmisi di sektor Tiongkok ini.

Kapasitas
780 MW
Tahun Beroperasi
2005

21 tahun

Pemilik
Zhangjiagang Huaxing Power Co. Ltd
Lokasi
31.8900°, 120.6000°

Tiongkok, Asia

Lokasi

Koordinat:: 31.890000, 120.600000
Buka di Google Maps
Carbon Footprint490 g CO₂/kWh
Annual CO₂
1.51 Mt
3075 GWh/year × 490 g/kWh
Cumulative CO₂
31.64 Mt
Over 21 years of operation
Est. Retirement
2035
9 years remaining
Annual emissions equivalent to
327.5K
cars per year
200.9K
homes per year
68.5M
trees to offset

Estimates based on Gas emission factor (490 g CO₂/kWh) and capacity factor (45%). Actual emissions may vary based on operating conditions, efficiency, and fuel quality.

Detail Teknis

Jenis Bahan Bakar Utama
Gas
Sumber Energi
Tidak Terbarukan
Negara
Tiongkok
Benua
Asia
Sumber Data
Basis Data Pembangkit Listrik Global

TiongkokProfil Energi

4.431
Total Pembangkit
1617.1 GW
Total Kapasitas
CoalHydroNuclearGas
Bahan Bakar Teratas

Gas sebagai Sumber Energi dalam Pembangkitan Listrik dan Sektor Energi

Gas alam merupakan salah satu sumber energi yang semakin penting dalam pembangkitan listrik dan sektor energi secara keseluruhan. Dalam beberapa dekade terakhir, penggunaan gas alam sebagai bahan bakar telah meningkat secara signifikan, terutama karena sifatnya yang lebih bersih dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya seperti batu bara dan minyak bumi. Gas alam terdiri terutama dari metana, yang ketika dibakar menghasilkan emisi karbon dioksida yang lebih rendah, sehingga menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan dalam transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.

Melihat Data yang Salah atau Tidak Lengkap?

Bantu kami meningkatkan database dengan melaporkan koreksi atau pembaruan. Kontribusi Anda membantu menjaga data pembangkit listrik global kami tetap akurat dan terkini.