379.1 GW dari sumber terbarukan
Sumber Energi berdasarkan Kapasitas
Sektor Energi dan Pembangkitan Listrik di Tiongkok (CHN)
Tiongkok, yang memiliki kode negara CHN, merupakan salah satu negara dengan sektor energi dan pembangkitan listrik terbesar di dunia. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat, kebutuhan energi di Tiongkok terus meningkat, mengharuskan negara ini untuk mengembangkan berbagai sumber energi guna memenuhi permintaan tersebut. Tiongkok telah menjadi pemimpin global dalam pembangkit listrik dan penggunaan energi terbarukan, termasuk tenaga surya, angin, dan hidro.
Dalam beberapa dekade terakhir, Tiongkok telah meningkatkan kapasitas pembangkit listriknya secara signifikan. Pada tahun 2020, total kapasitas terpasang pembangkit listrik Tiongkok mencapai sekitar 2.000 gigawatt (GW), menjadikannya sebagai negara dengan kapasitas pembangkit listrik terbesar di dunia. Sekitar 60% dari total kapasitas ini berasal dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil, terutama batu bara, meskipun terdapat upaya yang kuat untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi ini.
Pembangkit listrik tenaga air merupakan salah satu sumber energi utama di Tiongkok. Dengan banyaknya sungai besar dan danau, Tiongkok memiliki potensi yang sangat besar untuk pembangkit listrik tenaga air. Proyek pembangkit listrik tenaga air Tiga Ngarai di Sungai Yangtze adalah salah satu proyek terbesar di dunia dan memiliki kapasitas terpasang lebih dari 22.500 megawatt (MW).
Selain itu, Tiongkok juga merupakan pemimpin dunia dalam pengembangan energi terbarukan, khususnya energi matahari dan angin. Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok telah menginvestasikan secara signifikan dalam teknologi energi terbarukan, menjadikannya sebagai produsen panel surya dan turbin angin terbesar di dunia. Pada tahun 2020, Tiongkok menyuplai lebih dari 30% dari total kapasitas energi terbarukan global.
Pemerintah Tiongkok telah menetapkan target ambisius untuk meningkatkan pangsa energi terbarukan dalam bauran energi nasional. Dalam rencana lima tahunan, Tiongkok berkomitmen untuk mencapai puncak emisi karbon dioksida sebelum 2030 dan mencapai netralitas karbon pada tahun 2060. Upaya ini termasuk pengembangan lebih lanjut dari energi terbarukan serta peningkatan efisiensi energi di sektor industri dan transportasi.
Tiongkok juga mulai berinvestasi dalam teknologi penyimpanan energi dan jaringan listrik pintar untuk mendukung integrasi energi terbarukan ke dalam sistem tenaga nasional. Dengan meningkatnya kapasitas penyimpanan energi, diharapkan dapat meminimalkan fluktuasi yang disebabkan oleh sumber energi terbarukan yang tidak teratur.
Namun, tantangan tetap ada dalam transisi menuju sistem energi yang lebih bersih. Ketergantungan yang masih tinggi pada batu bara dan masalah polusi udara di beberapa kota besar menjadi perhatian serius. Selain itu, Tiongkok juga harus menangani isu-isu terkait dengan investasi dan pengembangan infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan sektor energi terbarukan.
Secara keseluruhan, sektor energi dan pembangkitan listrik di Tiongkok sedang dalam fase transformasi yang signifikan. Dengan berbagai inisiatif untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan dan mengurangi emisi karbon, Tiongkok berupaya untuk menjadi contoh global dalam peralihan menuju keberlanjutan energi.
Pembangkit Listrik
Menampilkan 50 dari 4,431 pembangkit