Stasiun pembangkit Huaneng Jinggangshan adalah fasilitas pembangkit listrik berbahan bakar batu bara yang signifikan yang terletak di China, memberikan kontribusi substansial terhadap campuran energi negara tersebut. Diresmikan pada tahun 2006, pembangkit listrik ini memiliki kapasitas yang luar biasa sebesar 1920 MW, menempatkannya sebagai salah satu komponen vital dalam infrastruktur energi provinsi Jiangxi. Dioperasikan oleh China Huaneng Group Corporation (CHNG), salah satu produsen listrik terkemuka di China, stasiun pembangkit Huaneng Jinggangshan memainkan peran penting dalam memenuhi permintaan listrik yang terus meningkat di wilayah tersebut. Terletak pada koordinat 27.0467 lintang dan 115.0203 bujur, pembangkit ini ditempatkan secara strategis untuk mendukung jaringan lokal dan memastikan pasokan energi yang stabil di daerah sekitarnya. Fasilitas ini memanfaatkan teknologi pembangkit listrik berbahan bakar batu bara yang canggih, yang mencakup boiler dan turbin efisiensi tinggi yang dirancang untuk mengoptimalkan keluaran energi sambil meminimalkan emisi. Saat China terus bertransisi menuju sumber energi yang lebih bersih, stasiun pembangkit Huaneng Jinggangshan mewakili jembatan dalam transformasi ini, memanfaatkan ketersediaan batu bara sambil menjelajahi jalur untuk mengintegrasikan energi terbarukan ke dalam jaringan nasional. Dalam konteks kebijakan energi China, stasiun pembangkit ini sejalan dengan upaya negara untuk meningkatkan keamanan energi dan mengurangi ketergantungan pada sumber daya energi impor. Dengan batu bara tetap menjadi sumber bahan bakar dominan untuk pembangkit listrik di China, fasilitas seperti Huaneng Jinggangshan sangat penting dalam menyediakan listrik yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan industri dan urbanisasi. Selain itu, kapasitas substansial pembangkit ini tidak hanya membantu menstabilkan jaringan tetapi juga berperan dalam menyeimbangkan fluktuasi pasokan dan permintaan, terutama selama periode konsumsi puncak. Efisiensi operasional stasiun pembangkit Huaneng Jinggangshan dilengkapi dengan kemajuan berkelanjutan dalam teknologi batu bara, yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja lingkungan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara. Dengan mematuhi standar regulasi dan terlibat dalam inisiatif untuk meningkatkan kualitas udara, fasilitas ini menegaskan komitmennya terhadap praktik energi berkelanjutan, bahkan di tengah tantangan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim dan pergeseran global menuju sumber energi terbarukan. Secara keseluruhan, stasiun pembangkit Huaneng Jinggangshan merupakan aset penting dalam lanskap energi China, memastikan keandalan dan kapasitas di salah satu pasar listrik terbesar di dunia.
1.92 GW
20 tahun
Tiongkok, Asia
Lokasi
Estimates based on Coal emission factor (820 g CO₂/kWh) and capacity factor (55%). Actual emissions may vary based on operating conditions, efficiency, and fuel quality.
Detail Teknis
- Jenis Bahan Bakar Utama
- Coal
- Sumber Energi
- Tidak Terbarukan
- Negara
Tiongkok- Benua
- Asia
- Sumber Data
- Basis Data Pembangkit Listrik Global
Tiongkok — Profil Energi
Pembangkit Listrik Terdekat
Batubara sebagai Sumber Energi dalam Sektor Pembangkitan Energi
Batubara merupakan salah satu sumber energi yang paling banyak digunakan di dunia, terutama dalam sektor pembangkitan energi. Sebagai bahan bakar fosil, batubara telah menjadi andalan dalam menghasilkan listrik, terutama di negara-negara dengan cadangan batubara yang melimpah seperti Amerika Serikat, China, dan Indonesia. Proses pembangkitan energi dari batubara melibatkan pembakaran batubara untuk menghasilkan uap, yang kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik.
Melihat Data yang Salah atau Tidak Lengkap?
Bantu kami meningkatkan database dengan melaporkan koreksi atau pembaruan. Kontribusi Anda membantu menjaga data pembangkit listrik global kami tetap akurat dan terkini.