World Power PlantsWorld Power Plants

Huaneng Baotou-1 power station950 MW Coal

Coal

Huaneng Baotou-1 power station adalah pembangkit listrik tenaga batu bara yang terletak di China. Pembangkit ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 950 MW yang dihasilkan dari energi batu bara. Pembangkit ini diresmikan pada tahun 2002. Pembangkit ini dioperasikan oleh North United Power Co Ltd.

Kapasitas
950 MW
Tahun Beroperasi
2002

24 tahun

Pemilik
North United Power Co Ltd
Lokasi
40.6567°, 109.6583°

Tiongkok, Asia

Lokasi

Koordinat:: 40.656700, 109.658300
Buka di Google Maps
Carbon Footprint820 g CO₂/kWh
Annual CO₂
3.75 Mt
4577 GWh/year × 820 g/kWh
Cumulative CO₂
90.08 Mt
Over 24 years of operation
Est. Retirement
2042
16 years remaining
Annual emissions equivalent to
815.9K
cars per year
500.4K
homes per year
170.6M
trees to offset

Estimates based on Coal emission factor (820 g CO₂/kWh) and capacity factor (55%). Actual emissions may vary based on operating conditions, efficiency, and fuel quality.

Detail Teknis

Jenis Bahan Bakar Utama
Coal
Sumber Energi
Tidak Terbarukan
Negara
Tiongkok
Benua
Asia
Sumber Data
Basis Data Pembangkit Listrik Global

TiongkokProfil Energi

4,431
Total Pembangkit
1617.1 GW
Total Kapasitas
CoalHydroNuclearGas
Bahan Bakar Teratas

Batubara sebagai Sumber Energi dalam Sektor Pembangkitan Energi

Batubara merupakan salah satu sumber energi yang paling banyak digunakan di dunia, terutama dalam sektor pembangkitan energi. Sebagai bahan bakar fosil, batubara telah menjadi andalan dalam menghasilkan listrik, terutama di negara-negara dengan cadangan batubara yang melimpah seperti Amerika Serikat, China, dan Indonesia. Proses pembangkitan energi dari batubara melibatkan pembakaran batubara untuk menghasilkan uap, yang kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik.

Melihat Data yang Salah atau Tidak Lengkap?

Bantu kami meningkatkan database dengan melaporkan koreksi atau pembaruan. Kontribusi Anda membantu menjaga data pembangkit listrik global kami tetap akurat dan terkini.