World Power PlantsWorld Power Plants

Curtis H Stanton Energy Center688,3 MW Gas Alam

Gas

Curtis H Stanton Energy Center adalah aset infrastruktur utama dalam jaringan pembangkit listrik Amerika Serikat, yang terletak di benua Amerika Utara. Ditunjuk sebagai stasiun pembangkit listrik berbahan bakar fosil, fasilitas ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 688,3 MW. Operasi utamanya bergantung pada pemanfaatan sumber energi gas untuk menghasilkan listrik dalam jumlah besar. Untuk memastikan fleksibilitas dan keandalan, stasiun juga dikonfigurasi untuk menggunakan oil sebagai sumber bahan bakar tambahan atau sekunder. Manajemen operasional dan kepemilikan fasilitas ditangani oleh Stanton Clean Energy LLC, yang mengawasi pemeliharaan harian dan integrasi pengiriman jaringan. Fasilitas ini secara resmi terhubung ke jaringan listrik komersial pada 2003, dan sejak itu fasilitas tersebut mempertahankan keluaran regulernya, dan memainkan peran terstruktur dalam keamanan pasokan listrik dalam negeri. Dalam hal kapasitas produksi dalam negeri di Amerika Serikat, Curtis H Stanton Energy Center menempati posisi #307 di antara semua pembangkit listrik gas yang beroperasi. Kapasitas sebesar 688,3 MW mewakili 0,12% dari total kapasitas pembangkitan Amerika Serikat terpasang di gas, yang saat ini berjumlah 592.647 MW. Instalasi gas operasional terbesar di Amerika Serikat adalah West County Energy Center dengan output sebesar 4.263 MW, sehingga membuat Curtis H Stanton Energy Center kira-kira 6,2 kali lebih kecil jika dibandingkan. Di seluruh jenis bahan bakar dan teknologi pembangkit listrik di seluruh negeri, fasilitas ini menyumbang 0,0496% dari total kapasitas pembangkitan Amerika Serikat sebesar 1.386.385 MW. Berdasarkan karakteristik faktor kapasitas historis pembangkit listrik gas (dimodelkan pada 40% untuk analisis), perkiraan pembangkitan listrik tahunan fasilitas tersebut dihitung sekitar 2.411.803 MWh. Dengan menerapkan statistik konsumsi domestik, yaitu rata-rata rumah tangga di Amerika Serikat mengonsumsi listrik sebesar 11 MWh setiap tahunnya, maka tingkat produksi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan energi di sekitar rumah dengan daya sebesar 219.255. Dengan memanfaatkan proses pembangkit listrik tenaga panas tradisional, stasiun ini menyalurkan energi yang dapat dikirim ke jaringan listrik, mendukung ketahanan jaringan listrik selama periode ketersediaan sumber daya terbarukan rendah dan memenuhi permintaan beban dasar industri. Lokasi fisik stasiun terletak pada koordinat geografis 28,4882° lintang dan -81,1669° bujur. Analisis infrastruktur jaringan lokal menunjukkan kepadatan aset lain dalam radius 50 kilometer. Fasilitas terdekat ini mencakup Sanford (gas, 2.377,8 MW), Cape Canaveral (gas, 1.295 MW), Stanton Energy Center (coal, 1.262 MW), yang mewakili sekelompok aset listrik yang dilokalkan. Penempatan geografis ini penting untuk memperkuat infrastruktur distribusi regional dan meminimalkan hilangnya saluran transmisi di sektor Amerika Serikat ini.

Kapasitas
688,3 MW
Tahun Beroperasi
2003

23 tahun

Pemilik
Stanton Clean Energy LLC
Lokasi
28.4882°, -81.1669°

Amerika Serikat, North America

Lokasi

Koordinat:: 28.488200, -81.166900
Buka di Google Maps
Carbon Footprint490 g CO₂/kWh
Annual CO₂
1.33 Mt
2713 GWh/year × 490 g/kWh
Cumulative CO₂
30.58 Mt
Over 23 years of operation
Est. Retirement
2033
7 years remaining
Annual emissions equivalent to
289.0K
cars per year
177.3K
homes per year
60.4M
trees to offset

Estimates based on Gas emission factor (490 g CO₂/kWh) and capacity factor (45%). Actual emissions may vary based on operating conditions, efficiency, and fuel quality.

Detail Teknis

Jenis Bahan Bakar Utama
Gas
Sumber Energi
Tidak Terbarukan
Negara
Amerika Serikat
Benua
North America
Sumber Data
Basis Data Pembangkit Listrik Global

Amerika SerikatProfil Energi

10.047
Total Pembangkit
1386.4 GW
Total Kapasitas
GasCoalNuclearHydro
Bahan Bakar Teratas

Gas sebagai Sumber Energi dalam Pembangkitan Listrik dan Sektor Energi

Gas alam merupakan salah satu sumber energi yang semakin penting dalam pembangkitan listrik dan sektor energi secara keseluruhan. Dalam beberapa dekade terakhir, penggunaan gas alam sebagai bahan bakar telah meningkat secara signifikan, terutama karena sifatnya yang lebih bersih dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya seperti batu bara dan minyak bumi. Gas alam terdiri terutama dari metana, yang ketika dibakar menghasilkan emisi karbon dioksida yang lebih rendah, sehingga menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan dalam transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.

Melihat Data yang Salah atau Tidak Lengkap?

Bantu kami meningkatkan database dengan melaporkan koreksi atau pembaruan. Kontribusi Anda membantu menjaga data pembangkit listrik global kami tetap akurat dan terkini.