Shuweihat S3 Power Plant mewakili kemajuan signifikan dalam pembangkit energi di Uni Emirat Arab, berkontribusi pada komitmen negara untuk mendiversifikasi portofolio energinya. Dengan kapasitas yang mengesankan sebesar 1600 MW, fasilitas pembangkit listrik tenaga gas ini dirancang untuk memenuhi permintaan energi yang meningkat di wilayah tersebut secara efektif. Dioperasikan oleh Shuweihat Asia Power Company, pembangkit ini menggunakan teknologi turbin gas mutakhir, memastikan efisiensi tinggi dan emisi yang lebih rendah dibandingkan dengan sumber bahan bakar fosil tradisional. Terletak pada koordinat 24.1536, 52.5669, Shuweihat S3 diposisikan secara strategis untuk mendukung jaringan lokal, menyediakan listrik yang andal untuk sektor residensial dan komersial. Kebijakan energi UEA menekankan pentingnya gas alam sebagai bahan bakar jembatan dalam transisi menuju energi terbarukan, dan Shuweihat S3 memainkan peran penting dalam konteks ini. Pembangkit listrik ini tidak hanya meningkatkan keamanan energi tetapi juga sejalan dengan visi negara untuk pembangunan berkelanjutan, menunjukkan komitmen terhadap solusi energi modern. Saat UEA terus berinvestasi dalam teknologi yang lebih bersih, Shuweihat S3 Power Plant mencerminkan keseimbangan antara memenuhi kebutuhan energi saat ini dan mengejar masa depan energi yang berkelanjutan.
1.60 GW
8 tahun
Uni Emirat Arab, Asia
Lokasi
Estimates based on Gas emission factor (490 g CO₂/kWh) and capacity factor (45%). Actual emissions may vary based on operating conditions, efficiency, and fuel quality.
Detail Teknis
- Jenis Bahan Bakar Utama
- Gas
- Sumber Energi
- Tidak Terbarukan
- Negara
Uni Emirat Arab- Benua
- Asia
- Sumber Data
- Basis Data Pembangkit Listrik Global
Uni Emirat Arab — Profil Energi
Pembangkit Listrik Terdekat
Gas sebagai Sumber Energi dalam Pembangkitan Listrik dan Sektor Energi
Gas alam merupakan salah satu sumber energi yang semakin penting dalam pembangkitan listrik dan sektor energi secara keseluruhan. Dalam beberapa dekade terakhir, penggunaan gas alam sebagai bahan bakar telah meningkat secara signifikan, terutama karena sifatnya yang lebih bersih dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya seperti batu bara dan minyak bumi. Gas alam terdiri terutama dari metana, yang ketika dibakar menghasilkan emisi karbon dioksida yang lebih rendah, sehingga menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan dalam transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.
Melihat Data yang Salah atau Tidak Lengkap?
Bantu kami meningkatkan database dengan melaporkan koreksi atau pembaruan. Kontribusi Anda membantu menjaga data pembangkit listrik global kami tetap akurat dan terkini.