Pembangkit listrik FAPCO (Fuj F2) berdiri sebagai fasilitas penting dalam lanskap energi Uni Emirat Arab, khususnya di wilayah Fujairah. Fasilitas pembangkit listrik ini beroperasi terutama dengan gas alam, dengan kapasitas yang mengesankan sebesar 2114 MW. Pembangkit ini memainkan peran penting dalam mendukung campuran energi nasional, memberikan kontribusi signifikan terhadap tujuan diversifikasi dan keberlanjutan energi negara. Sebagai fasilitas turbin gas siklus gabungan (CCGT), FAPCO memanfaatkan teknologi canggih untuk mencapai efisiensi tinggi dalam produksi energi, menjadikannya bagian integral dari strategi UEA untuk bertransisi menuju sumber energi yang lebih bersih sambil memastikan keandalan pasokan listrik. Terletak pada koordinat 25.3142, 56.3728, FAPCO diposisikan secara strategis untuk melayani jaringan lokal dan mendukung permintaan energi yang terus meningkat di wilayah tersebut. Dimiliki dan dioperasikan oleh Fujairah Asia Power Company, sebuah usaha patungan antara Otoritas Air dan Listrik Abu Dhabi (ADWEA) dan Fujairah F2 CV, pembangkit ini diresmikan pada tahun 2011, menandai investasi signifikan dalam infrastruktur energi UEA. Kemampuan fasilitas ini untuk menghasilkan daya substansial dari gas, dengan minyak sebagai bahan bakar sekunder, menekankan fleksibilitas dan keandalannya dalam memenuhi periode permintaan puncak. Kapasitas ini sangat penting di wilayah di mana konsumsi energi meningkat pesat akibat urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah UEA telah memberikan penekanan yang kuat pada peningkatan keamanan dan keberlanjutan energi, sejalan dengan visi jangka panjangnya untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan pangsa energi terbarukan dalam jaringan nasional. Dengan demikian, FAPCO tidak hanya mendukung kebutuhan energi segera Fujairah dan daerah sekitarnya tetapi juga mencerminkan komitmen negara untuk memodernisasi sektor energinya. Perpaduan bahan bakar gas dan minyak memungkinkan pembangkit ini beroperasi secara efektif dalam berbagai kondisi, memastikan pasokan energi yang stabil bahkan selama fluktuasi permintaan. Sebagai kesimpulan, pembangkit listrik FAPCO adalah landasan dari kerangka pembangkit energi UEA, menyediakan kapasitas MW yang substansial dan memperkuat dorongan negara menuju masa depan energi yang terdiversifikasi dan berkelanjutan.
2.11 GW
15 tahun
Uni Emirat Arab, Asia
Lokasi
Estimates based on Gas emission factor (490 g CO₂/kWh) and capacity factor (45%). Actual emissions may vary based on operating conditions, efficiency, and fuel quality.
Detail Teknis
- Jenis Bahan Bakar Utama
- Gas
- Sumber Energi
- Tidak Terbarukan
- Negara
Uni Emirat Arab- Benua
- Asia
- Sumber Data
- Basis Data Pembangkit Listrik Global
Uni Emirat Arab — Profil Energi
Pembangkit Listrik Terdekat
Gas sebagai Sumber Energi dalam Pembangkitan Listrik dan Sektor Energi
Gas alam merupakan salah satu sumber energi yang semakin penting dalam pembangkitan listrik dan sektor energi secara keseluruhan. Dalam beberapa dekade terakhir, penggunaan gas alam sebagai bahan bakar telah meningkat secara signifikan, terutama karena sifatnya yang lebih bersih dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya seperti batu bara dan minyak bumi. Gas alam terdiri terutama dari metana, yang ketika dibakar menghasilkan emisi karbon dioksida yang lebih rendah, sehingga menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan dalam transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.
Melihat Data yang Salah atau Tidak Lengkap?
Bantu kami meningkatkan database dengan melaporkan koreksi atau pembaruan. Kontribusi Anda membantu menjaga data pembangkit listrik global kami tetap akurat dan terkini.