World Power PlantsWorld Power Plants
Sri Lanka

Pembangkit Listrik di Sri Lanka

47 total pembangkit · 3.7 GW · Asia

Total Pembangkit
47
Total Kapasitas
3.7 GW
Energi Terbarukan
43.4%

1.6 GW dari sumber terbarukan

Distribusi Bahan Bakar
Hydro
44.7%(21)
Wind
27.7%(13)
Oil
19.1%(9)
Solar
6.4%(3)
Coal
2.1%(1)

Sumber Energi berdasarkan Kapasitas

Hydro
1.4 GW21
Oil
1.2 GW9
Coal
0.9 GW1
Wind
0.1 GW13
Solar
0.0 GW3

Sektor Energi dan Pembangkitan Listrik di Sri Lanka

Sri Lanka, dengan kode LKA, merupakan sebuah negara kepulauan yang terletak di Samudra Hindia, di sebelah selatan India. Sektor energi di Sri Lanka memainkan peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan memenuhi kebutuhan energi masyarakat. Negara ini memiliki berbagai sumber energi, termasuk energi terbarukan, energi fosil, dan energi hidro. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Sri Lanka telah berupaya untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listriknya dan memperluas akses energi bagi seluruh warga negara.

Sumber utama pembangkit listrik di Sri Lanka adalah hidroelektrik, yang menyuplai sekitar 40% dari total kebutuhan energi negara. Dengan banyaknya sungai dan curah hujan yang tinggi, Sri Lanka memiliki potensi besar untuk memanfaatkan energi air. Pembangkit listrik tenaga air yang ada, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air Kotmale dan Pembangkit Listrik Tenaga Air Victoria, telah beroperasi selama beberapa dekade dan berkontribusi signifikan terhadap penyediaan energi negara.

Selain hidroelektrik, Sri Lanka juga mengandalkan energi thermal yang berasal dari pembangkit berbahan bakar minyak dan gas. Sumber energi ini, meskipun lebih mahal dan kurang ramah lingkungan dibandingkan hidroelektrik, masih menjadi bagian penting dari mix energi nasional, terutama saat pasokan air tidak mencukupi untuk operasional pembangkit listrik tenaga air. Pembangkit listrik thermal seperti Pembangkit Listrik Tenaga Gas Kolonnawa berfungsi untuk menjaga kestabilan pasokan listrik, terutama di saat puncak permintaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Sri Lanka telah mengembangkan sektor energi terbarukan lainnya, termasuk energi matahari dan energi angin. Pemerintah telah meluncurkan berbagai inisiatif untuk mendorong penggunaan energi terbarukan, diantaranya dengan memberikan insentif bagi penggunaan panel surya pada rumah tangga dan bisnis. Dengan lokasi geografis yang strategis, Sri Lanka memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan proyek energi matahari, terutama di wilayah utara dan timur negara yang memiliki intensitas sinar matahari yang tinggi.

Energi angin juga mulai dioptimalkan dengan pembangunan ladang angin di sejumlah daerah, terutama di wilayah pesisir. Proyek seperti Pembangkit Listrik Tenaga Angin Puttalam merupakan contoh upaya Sri Lanka untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan meningkatkan proporsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional.

Pemerintah Sri Lanka berkomitmen untuk mencapai 70% dari total kapasitas pembangkit listrik yang berasal dari sumber terbarukan pada tahun 2030. Ini sejalan dengan strategi global untuk mengurangi emisi karbon dan mengatasi perubahan iklim. Berbagai kebijakan dan regulasi telah diterapkan untuk mendukung transisi ini, termasuk pengembangan infrastruktur, peningkatan efisiensi energi, dan pelatihan sumber daya manusia di sektor energi.

Di samping itu, Sri Lanka juga menghadapi tantangan dalam sektor energi, seperti kebutuhan untuk meningkatkan jaringan distribusi, menghadapi fluktuasi harga bahan bakar global, dan mengatasi isu-isu lingkungan yang terkait dengan pembangkit thermal. Namun, dengan komitmen yang kuat dan investasi dalam teknologi baru, Sri Lanka berusaha untuk menciptakan sistem energi yang lebih berkelanjutan dan aman bagi masa depan.

Pembangkit Listrik

Nama PembangkitJenisKapasitasTahun
LakvijayaCoal900 MW2013
CEB KelantitissaOil382 MW1982
YugadanaviOil300 MW2007
VictoriaHydro210 MW2013
KotmaleHydro201 MW1985
Sojitz KelanitissaOil168 MW2005
SapugaskandaOil160 MW1984
Upper KotmaleHydro150 MW2002
RandenigalaHydro126 MW1999
SamanalaHydro124 MW1999
New LaxapanaHydro100 MW1985
Kukule GangaHydro80 MW2012
PolpitiyaHydro75 MW2015
CanyonHydro60 MW1998
Colombo PortOil60 MW1998
RantembeHydro52 MW1999
Asia Power SapugaskandaOil51 MW-
WimalasurendraHydro50 MW2015
Old LaxapanaHydro50 MW1985
UkuwelaHydro40 MW2011
BowatennaHydro40 MW2010
Northern PowerOil36 MW-
BroadlandsHydro35 MW2017
MoragahakandaHydro25 MW2018
Uthuru JananiOil24 MW-
LakdhanaviOil24 MW-
HambantotaSolar20 MW-
Hambantota ISolar14.4 MW2019
PollupalaiWind12 MW-
VallimunaiWind12 MW-
MadurankuliyaWind12 MW-
InginiyagalaHydro11 MW1951
Mampuri-IIWind10.5 MW-
Mampuri-IIIWind10.5 MW-
NirmalapuraWind10.5 MW-
UppudaluwaWind10.5 MW-
VidatamunaiWind10.4 MW-
Pawan DanaviWind10.2 MW2018
SagasolarSolar10 MW-
Mampuri-IWind10 MW-
SeguwantivuWind9.6 MW-
UdawalaweHydro6 MW-
Nala DanaviWind4.8 MW-
NilambeHydro3.2 MW-
Ambewela Aitken SpenceWind3 MW-
MaskelioyaHydro2 MW-
Deduru OyaHydro1.5 MW-

Menampilkan 47 dari 47 pembangkit