Pembangkit Listrik Riyadh 9 merupakan aset penting dalam lanskap energi Arab Saudi, dengan kapasitas sebesar 5980 MW. Terletak pada koordinat 24.9497° N dan 47.0638° E, fasilitas pembangkit listrik berbahan bakar gas ini dioperasikan oleh Saudi Electricity Company dan telah beroperasi sejak tahun 1995. Pembangkit Listrik Riyadh 9 memainkan peran penting dalam campuran energi nasional, menyediakan listrik yang andal untuk memenuhi permintaan yang meningkat di wilayah ibu kota dan sekitarnya. Menggunakan teknologi turbin gas canggih, pembangkit ini secara efisien mengubah gas alam menjadi listrik, berkontribusi pada stabilitas dan efisiensi jaringan lokal. Konteks operasional Pembangkit Listrik Riyadh 9 sejalan dengan tujuan Visi 2030 Arab Saudi, yang berfokus pada diversifikasi sektor energi dan mengurangi ketergantungan pada minyak. Dengan memanfaatkan gas alam, fasilitas ini tidak hanya mendukung transisi negara menuju kerangka energi yang lebih berkelanjutan tetapi juga meningkatkan keamanan energi. Lokasi strategis pembangkit ini di Riyadh menjadikannya penting bagi ekonomi lokal, menyediakan pasokan energi yang esensial untuk sektor residensial dan komersial. Saat Arab Saudi terus berinvestasi dalam memodernisasi infrastruktur energinya, Pembangkit Listrik Riyadh 9 tetap menjadi pemain kunci dalam upaya negara untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan praktik energi yang berkelanjutan.
5.98 GW
31 tahun
Arab Saudi, Asia
Lokasi
Estimates based on Gas emission factor (490 g CO₂/kWh) and capacity factor (45%). Actual emissions may vary based on operating conditions, efficiency, and fuel quality.
Detail Teknis
- Jenis Bahan Bakar Utama
- Gas
- Sumber Energi
- Tidak Terbarukan
- Negara
Arab Saudi- Benua
- Asia
- Sumber Data
- Basis Data Pembangkit Listrik Global
Arab Saudi — Profil Energi
Pembangkit Listrik Terdekat
Gas sebagai Sumber Energi dalam Pembangkitan Listrik dan Sektor Energi
Gas alam merupakan salah satu sumber energi yang semakin penting dalam pembangkitan listrik dan sektor energi secara keseluruhan. Dalam beberapa dekade terakhir, penggunaan gas alam sebagai bahan bakar telah meningkat secara signifikan, terutama karena sifatnya yang lebih bersih dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya seperti batu bara dan minyak bumi. Gas alam terdiri terutama dari metana, yang ketika dibakar menghasilkan emisi karbon dioksida yang lebih rendah, sehingga menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan dalam transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.
Melihat Data yang Salah atau Tidak Lengkap?
Bantu kami meningkatkan database dengan melaporkan koreksi atau pembaruan. Kontribusi Anda membantu menjaga data pembangkit listrik global kami tetap akurat dan terkini.