0.9 GW dari sumber terbarukan
Sumber Energi berdasarkan Kapasitas
Sektor Energi dan Pembangkitan Listrik di Kamboja
Kamboja, dengan kode negara KHM, merupakan negara yang terletak di Asia Tenggara, berbatasan dengan Thailand di barat dan barat laut, Laos di utara, serta Vietnam di timur dan selatan. Sektor energi Kamboja telah mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan. Dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat, pemerintah Kamboja telah berfokus pada diversifikasi sumber energi dan peningkatan infrastruktur pembangkit listrik.
Secara historis, Kamboja mengandalkan energi terbarukan dan bahan bakar fosil untuk memenuhi permintaan energinya. Pembangkit listrik yang ada di negara ini sebagian besar didominasi oleh pembangkit berbasis air, yang menyumbang sebagian besar produksi listrik, diikuti oleh pembangkit berbasis batubara dan gas alam. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Kamboja telah berusaha untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listriknya dengan membangun pembangkit baru dan memperbaharui yang sudah ada.
Salah satu inisiatif utama dalam sektor energi adalah peningkatan kapasitas pembangkit listrik tenaga air. Kamboja memiliki potensi besar dalam energi hidroelektrik, dengan banyak sungai dan danau yang dapat dimanfaatkan. Proyek-proyek seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air Lower Sesan 2 dan Pembangkit Listrik Tenaga Air Kamchay telah menjadi contoh sukses dalam penggunaan sumber daya air untuk pembangkit listrik. Namun, ada juga tantangan terkait dampak lingkungan dan sosial dari pembangunan bendungan, yang sering kali mempengaruhi komunitas lokal.
Di samping energi hidroelektrik, Kamboja juga mulai mengembangkan sektor energi terbarukan lainnya, seperti energi matahari dan angin. Dengan kondisi geografis yang mendukung, potensi energi matahari di Kamboja sangat besar. Pemerintah telah memberikan insentif untuk menarik investasi di sektor ini dan mendorong penggunaan panel surya di berbagai daerah, terutama di daerah pedesaan yang belum terjangkau oleh jaringan listrik nasional.
Sektor energi Kamboja juga menghadapi tantangan dalam hal distribusi dan aksesibilitas. Meskipun ada peningkatan dalam penyediaan listrik, masih banyak daerah di pedesaan yang belum memiliki akses listrik yang memadai. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah bekerja sama dengan berbagai lembaga internasional dan organisasi non-pemerintah untuk memperluas jaringan listrik dan meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat.
Di tingkat kebijakan, Kamboja telah mengadopsi Rencana Energi Nasional yang berfokus pada keberlanjutan dan efisiensi energi. Rencana ini mencakup upaya untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan. Melalui rencana ini, pemerintah berharap dapat menciptakan sistem energi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Secara keseluruhan, sektor energi dan pembangkitan listrik di Kamboja sedang dalam fase transisi yang menjanjikan. Meskipun ada berbagai tantangan yang harus dihadapi, komitmen pemerintah untuk meningkatkan kapasitas dan diversifikasi sumber energi menunjukkan potensi besar untuk perkembangan sektor ini di masa depan. Dengan pemanfaatan sumber daya yang ada dan peningkatan investasi di sektor energi terbarukan, Kamboja berpeluang untuk mencapai ketahanan energi dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Pembangkit Listrik
| Nama Pembangkit | Jenis | Kapasitas | Tahun |
|---|---|---|---|
| Sihanoukville CIIDG power station | Coal | 405 MW | 2015 |
| Lower Russei Chrum | Hydro | 338 MW | 2014 |
| Stung Tatai | Hydro | 246 MW | 2014 |
| Kamchay | Hydro | 193 MW | 2011 |
| Stung Atai | Hydro | 120 MW | 2013 |
| stasiun pembangkit listrik CEL Sihanoukville | Coal | 100 MW | 2014 |
| Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Khmer Electric Power | Oil | 30 MW | 2005 |
| MH Bio-Ethanol Distillery | Waste | 23.2 MW | 2014 |
| Phnom Penh Diesel | Oil | 18.6 MW | 1996 |
| Kirirom I | Hydro | 12 MW | 2002 |
| Bavet | Solar | 10 MW | - |
| CMIP | Solar | 9.8 MW | - |
| Sihanoukville Diesel | Oil | 5 MW | 1998 |
| Bavet A | Solar | 3 MW | 2017 |
| Angkor Biomass | Biomass | 2 MW | 2014 |
| Siang Phong | Waste | 2 MW | 2014 |
Menampilkan 16 dari 16 pembangkit